Bugul Kidul (Kabarpas.com) – Naas menimpa Solikha (55), warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Ia tewas setelah dihantam kereta api (KA) di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Sabtu (08/10/2016) sore.
Informasi yang dihimpun Kabarpas.com di lokasi menyebutkan, saat itu korban naik motor dengan dibonceng oleh anaknya untuk melayat ke rumah seorang warga bernama Sanusi yang berada di wilayah Kepel, tepatnya di utara lokasi kejadian. Namun, saat akan sampai ke tempat tujuan. Tanpa disadari keduanya menyebrang rel perlintasan kereta api di wilayah tersebut.
“Mereka berdua muncul dari arah selatan dan hendak ke utara. Namun, pada saat bersamaan muncul dari barat sebuah kereta api jurusan Surabaya -Banyuwangi. Sepertinya mereka mengira bahwa kereta api itu masih jauh, sehingga tetap saja nyelonong untuk menyebrang. Hingga akhirnya keduanya langsung ditabrak kereta api,” ujar Nita, salah satu warga kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, korban Solikha yang dibonceng langsung terpental ke sawah dan tewas seketika. Sedangkan anaknya yang membonceng selamat dari maut. Pasca kejadian, warga langsung berdatangan ke lokasi untuk mengevakuasi korban tersebut. Dan beberapa saat kemudian petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung membawa jenazah korban Solikha ke rumah sakit Purut (RSUD dr.R.Soedarsono) Kota Pasuruan. (jon/gus).

















