Bugul Kidul (Kabarpas.com) – Akibat terendam banjir, membuat aktivitas di terminal Untung Suropati, Kota Pasuruan lumpuh. Bahkan, terminal yang berlokasi di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, kota setempat itu, juga berubah menjadi kolam dadakan.
Pantauan Kabarpas.com di lokasi, sejumlah bus antar kota dalam provinsi (AKDP) terpaksa tidak bisa masuk ke dalam terminal Untung Suropati tersebut, lantaran di terminal itu masih digenangi air setinggi lutut orang dewasa.
Tak ayal, kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah anak-anak kampung, yang tinggal di sekitar terminal untuk berenang layaknya di dalam sebuah kolam renang. Mereka pun tampak terlihat asyik berenang di air yang mengenangi terminal tersebut.
“Banjirnya ini sudah terjadi sejak pukul 05.00 pagi. Dan semua bus akhirnya tidak bisa masuk ke dalam terminal, lantaran genangan airnya cukup tinggi,” kata Yulianto, Kepala UPT Terminal Untung Suropati, saat ditemui Kabarpas.com di lokasi, Selasa (11/10/2016).
Informasi yang didapat Kabarpas.com menyebutkan, genangan air itu berasal dari jebolnya pondasi proyek peningkatan jembatan Rejoso Lor, yang berada di Buk Wedi di bagian sisi kanan kiri pondasi jembatan.
Guna mengantisipasi musibah banjir yang membuat terminal tersebut penuh dengan genangan air, pihak otoritas setempat akan melakukan penyedotan air, dengan menggunakan mesin pompa berkapasitas besar.
“Baru pertama kali ini, terminal Untung Suropati terendam banjir.Untuk itu, kami akan memompa air banjir terminal ini secepatnya, agar terminal ini kembali normal, ” ujar Dwi Fitri, Kepala PU Kota Pasuruan.
Seperti dikabarkan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Pasuruan pada Senin (10/10/2016) malam, menyebabkan sejumlah tempat di wilayah Pasuruan terkena banjir. Bahkan, banjir juga merendam jalur pantura Pasuruan-Probolinggo, tepatnya di Jalan Raya Tambakrejo, Pasuruan. Akibatnya, arus lalu-lintas di jalur tersebut padat merayap. (ajo/gus).

















