Purwosari (Kabarpas.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus serius dalam mempromosikan sejumlah produk unggulan yang ada di wilayahnya. Itu terbukti dengan digelarnya Maslahat Expo 2016 yang di gelar di lapangan Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Ratusan produk unggulan dan hasil pertanian segar Kabupaten Pasuruan, dipampang dibeberapa stand yang ada di dalam Maslahat Expo 2016 tersebut. Berbeda dengan pameran sebelumnya, kali ini masyarakat bisa memanfaatkan pasar rakyat ini untuk mendapatkan berbagai produk dengan harga lebih terjangkau.
Maslahat Expo 2016 ini akan berlangsung selama tujuh hari itu diikuti oleh puluhan instansi pemerintahan, swasta, kelompok tani dan kelompok UKM. Ribuan produk ditawarkan mulai hasil kerajinan, produk-produk UKM, aneka buah segar, sayuran hingga produk olahan hasil pertanian yakni minuman dan makanan ringan.
” Maslahat Expo 2016 ini digelar untuk mengenalkan pada masyarakat, tentang produk yang ada di Kabupaten Pasuruan. Dan tentunya produk yang dijual harganya produsen dan pasti terjangkau oleh masyarakat, ” kata Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Edy Suwanto kepada Kabarpas.com.
Edy menjelaskan, Maslahat Expo 2016 ini adalah sebagai wujud dukungan para petani dan UKM agar lebih bisa mandiri ke depannya dan selalu berinovasi, sehingga mampu meningkat kesejahteraannya.
“Diharapkan dengan maslahat expo 2016 ini, petani lebih tergugah untuk meningkatkan produk pertaniannya. Selain itu, yang terpenting mampu mencukupi ketersediaan pangan terutama bagi warga Kabupaten Pasuruan sendiri,” terangnya.
Sementara itu, kalangan UKM sangat mengapresiasi atas pameran produk unggulan tersebut, sebagai wujud untuk menimba pelajaran tentang potensi pertanian.
“Kami tawarkan aneka produk unggulan Kecamatan Sukorejo mulai dari tape, mangga klonal 21 dan aneka jajanan tradisional seperti kripik,” ujar Fitria, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sukorejo, saat mendampingi para UKM.
Selain mengenalkan aneka produk Kecamatan Sukorejo, lanjut Fitria pameran ini diharapkan bisa membantu UKM dan petani lokal untuk memasarkan produknya.
“Misalnya tape, Sukorejo punya produk tape yang kualitasnya tak kalah dengan Bondowoso. Yang mana produk asal Sukorejo ini, mampu mendongkrak pasar domestik dan saat ini mulai banyak diminati pasar. Makanya kita beranikan diri mengenalkan Tape Sukorejo,” jelasnya.
Selain Sukorejo, ke-24 kecamatan juga memamerkan produk terbaik masing-masing. Diantaranya Bangil dengan produk bordir, Kraton dengan produk unggulan jamur hingga Nguling dengan aneka produk kerajian dan olahan potensi laut. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan aneka hasil peternakan, pertanian dan perkebunan di stand dinas masing-masing. (ajo/gus)

















