Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 15 Apr 2017

Kiai Said Minta Masyarakat Tak Belajar Agama Pada Guru yang Tak Jelas Sanadnya


Kiai Said Minta Masyarakat Tak Belajar Agama Pada Guru yang Tak Jelas Sanadnya Perbesar

Reporter: Ajo

Editor: Agus Hariyanto

________________________________________

Bangil (Kabarpas.com) – Ketua Umum Penggurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj meminta kepada masyarakat supaya belajar agama pada guru yang sadanya jelas sampai ke Rasulullah SAW. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terjerumus dalam aliran sesat yang saat ini mulai banyak bermunculan.

“Kalau nanti ada yang mau ngajak Anda gabung dalam kelompoknya untuk belajar agama. Silakan Anda tanya dulu siapa gurunya dan sanadnya apakah jelas sampai ke Rasulullah. Kalau tidak jelas sanad gurunya mending jangan ikut. Lebih baik ikutlah mereka yang sudah jelas sanad gurunya. Nah, Mbah KH Hasyim Asyari ini sudah jelas sanad gurunya hingga ke Rasulullah,” kata KH Said Aqil Siradj saat memberikan tausiyahnya dihadapan ribuan warga Nahdliyin dalam Acara Istighotsah Akbar dan Harlah NU ke-94 yang berlangsung di Halaman Bangkodir, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (15/04/2017).

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Kang Said ini mengatakan, seseorang yang belajar kepada guru yang jelas sanadnya akan berdampak pada manfaat ilmu yang kian terasa dan keberkahan yang akan selalu menghampirinya. “Selain itu pertanggungjawaban keilmuan yang dimilikinya pun akan jelas,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kang Said juga mengajak kepada semua warga nahdliyin untuk tidak terpancing aksi-aksi umat islam yang sifatnya anarkis dan radikal.

Sebab kata Kang Said, Islam adalah agama yang mengajarkan akan kelembutan, seperti apa yang telah dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad SAW dalam kesehariannya.

“Islam bukanlah teroris atau pun sarkatis (mengejek.red) apalagi sampai anarkis. Kalau ada orang yang sukanya merusak fasilitas umum, apalagi dengan ditambahi kata-kata yang kotor, maka orang itu bukan islam. Islam itu indah dan santun, menyejukkan untuk semua orang, ” tandasnya.

Selain dihadiri oleh Ketua Umum PBNU. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Serta sejumlah ulama dan pejabat yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

ESI Kota Pasuruan Jaring Atlet Muda Lewat Turnamen Esports Menuju Kapolri Cup 2026

20 Juni 2026 - 11:57

Pemkot Pasuruan dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Wujudkan Perlindungan Menyeluruh bagi Masyarakat

20 Juni 2026 - 06:53

Ratusan Pelajar Pasuruan dan Sekitarnya Ikuti Seminar Inspiratif AHM Best Student 2026

19 Juni 2026 - 14:23

Trending di Berita Pasuruan