Reporter: Ajo
Editor: Agus Hariyanto
________________________________________
Bangil (Kabarpas.com) – Ketua Umum Penggurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj meminta kepada masyarakat supaya belajar agama pada guru yang sadanya jelas sampai ke Rasulullah SAW. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terjerumus dalam aliran sesat yang saat ini mulai banyak bermunculan.
“Kalau nanti ada yang mau ngajak Anda gabung dalam kelompoknya untuk belajar agama. Silakan Anda tanya dulu siapa gurunya dan sanadnya apakah jelas sampai ke Rasulullah. Kalau tidak jelas sanad gurunya mending jangan ikut. Lebih baik ikutlah mereka yang sudah jelas sanad gurunya. Nah, Mbah KH Hasyim Asyari ini sudah jelas sanad gurunya hingga ke Rasulullah,” kata KH Said Aqil Siradj saat memberikan tausiyahnya dihadapan ribuan warga Nahdliyin dalam Acara Istighotsah Akbar dan Harlah NU ke-94 yang berlangsung di Halaman Bangkodir, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (15/04/2017).
Lebih jauh, pria yang akrab disapa Kang Said ini mengatakan, seseorang yang belajar kepada guru yang jelas sanadnya akan berdampak pada manfaat ilmu yang kian terasa dan keberkahan yang akan selalu menghampirinya. “Selain itu pertanggungjawaban keilmuan yang dimilikinya pun akan jelas,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kang Said juga mengajak kepada semua warga nahdliyin untuk tidak terpancing aksi-aksi umat islam yang sifatnya anarkis dan radikal.
Sebab kata Kang Said, Islam adalah agama yang mengajarkan akan kelembutan, seperti apa yang telah dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad SAW dalam kesehariannya.
“Islam bukanlah teroris atau pun sarkatis (mengejek.red) apalagi sampai anarkis. Kalau ada orang yang sukanya merusak fasilitas umum, apalagi dengan ditambahi kata-kata yang kotor, maka orang itu bukan islam. Islam itu indah dan santun, menyejukkan untuk semua orang, ” tandasnya.
Selain dihadiri oleh Ketua Umum PBNU. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Serta sejumlah ulama dan pejabat yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. (ajo/gus).

















