Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Pojokan · 18 Des 2017

Peran Sentral Perempuan dalam Pencegahan Korupsi


Peran Sentral Perempuan dalam Pencegahan Korupsi Perbesar

Oleh : Rukaenah

 

(Kabarpas.com) – PEREMPUAN adalah salah satu komponen penting dalam sebuah Negara, bahkan Rasul menilai bahwa perempuan sebagai tiang negara, apabila perempuanya baik maka negara akan baik dan apabila perempuannya rusak maka Negara pun akan rusak. Perempuan juga merupakan ujung tombak bagi peradaban. Karena dari perempuanlah akan lahir sebuah kehidupan.

Kita sadari bersama bahwa Negara ini sedang sakit. Terjadi berbagai permasalahan baik di bidang ekonomi, politik, sosial, hukum, dll. Kemiskinan, Penegakan Hukum yang Lemah, Kualitas Pendidikan yang Rendah, Pengelolaan Sumber Daya Alam yang buruk, masalah kemaritiman, kasus sara, Kerusakan lingkungan dan eksploitasi, kesenjangan sosial, kemacetan, pengangguran, masalah keamanan, narkoba dan sex bebas, penyakit seksual, perilaku konsumtif, korupsi dan masih banyak pemasalahan lainnya yang terjadi di negeri ini.

Kita ketahui bersama saat ini sedang marak-maraknya masalah korupsi. Praktik korupsi merupakan hal yang sangat tidak bertanggung jawab dan bertentangan dengan ajaran agama dan aturan sebuah Negara. Praktik korupsi yang jahat akan berimbas pada ketidakmerataan ekonomi yang begitu melebar. Dampak korupsi begitu berbahaya bagi kelangsungan masyarakat Indonesia.

Maka dari itu harus ada upaya dari berbagai instrument dan elemen bangsa untuk sama-sama memberantas korupsi di Indonesia. Upaya pencegahan korupsi bisa dilakukan semua kekuatan bangsa. Salah satunya para perempuan Indonesia, baik melalui perannya sebagai ibu dan sebagai istri maupun perannya dalam organisasi perempuan atau perannya sebagai professional maupun di ranah publik.

Sebagai istri dan ibu, perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memberi pengaruh besar terhadap arah perkembangan keluarga. Anak-anak bertumbuh-kembang dalam pangkuan seorang ibu.

Dari sini, penanaman nilai-nilai kebaikan, termasuk di dalamnya nilai kejujuran dan anti korupsi, disemai sejak dini oleh seorang ibu. Hal ini sejalan sebagaimana pesan yang diungkapkan RA Kartini, “Di pangkuan perempuanlah seseorang mulai belajar merasa, berpikir dan berkata-kata.”

Seorang ibu dalam keluarga memiliki peran dominan dan pengaruh yang besar, terutama dalam penanaman/pendidikan nilai dan pembentukan karakter keluarga. Salah satunya adalah nilai kejujuran, nilai yang bisa menghancurkan korupsi.

Peran seorang ibu dalam sebuah keluarga paling dominan untuk mendidik dan mengasuh anak-anaknya. Ada tiga fungsi paling utama dalam keluarga, yakni Saling memberi kasih sayang dan memberi dukungan emosional, Pemenuhan kebutuhan seluruh anggota keluarga termasuk sandang, pangan, dan papan,serta Penanaman nilai-nilai kepada anak.

Perempuan hari ini harus punya kepercayaan dan motivasi yang tinggi dengan dilandasi dasar ketuhanan dan kemanusiaan. Intinya nilai-nilai kemanusiaan seperti kejujuran, integritas, keadilan harus melekat dalam diri perempuan Indonesia.

Perempuan bisa mendukung pemberantasan korupsi dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Justru saat ini budaya korupsi ini paling menggerus nilai-nilai diri kita. Kita harus memiliki kepekaan terhadap korupsi itu sendiri, karena korupsi sangat kompleks. Ini sesuatu yang sulit. Ini harus dicemaskan, jika dibiarkan Indonesia menuju ke negara gagal.

Perempuan harus menjadi role-model dalam keluarga, mengingatkan suami dan anak-anak untuk mendapatkan segala sesuatu harus dengan halal. Mungkin suaminya tidak kuat godaan ketika dalam bekerja, tetapi dalam keluarga akan menjadi tempat yang paling nyaman untuk saling memberikan pengertian dan meguatkan. Itulah peran penting seorang perempuan untuk mencegah perilaku koruptif.

Keterlibatan perempuan dalam suatu gerakan anti korupsi dapat dibedakan menjadi empat wilayah, yaitu di lingkungan keluarga, lingkungan organisasi perempuan, masyarakat sekitar, dan tingkat lokal/nasional. Lingkungan keluarga dipercaya dapat menjadi tolak ukur yang pertama untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan. Perlu juga penekanan terhadap moralitas anak muda sebagai generasi muda penerus bangsa. (***).

______________________________________________________________

*Rubrik Inspirasi dan Motivasi hidup ini adalah kerjasama antara Kabarpas.com (PT. Media Masyah Publika) dengan kautsarmanagement.id (Kautsar Management) yang berkantor di Jakarta.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

Baca Lainnya

Tarekat Sang Musnid Dunia

17 Mei 2026 - 10:08

Jaminan Stabilitas Kepemimpinan Prabowo di Tengah Turbulensi Politik

2 Mei 2026 - 18:25

Belajar Persahabatan Sejati dari Rais Aam PBNU

24 Maret 2026 - 09:18

Antara Asmara, Semangat Kuliah, dan IPK Mahasiswa

6 Februari 2026 - 11:13

Wajah Perempuan NU Abad ke-2

31 Januari 2026 - 06:19

Kepala Daerah, Waktunya Berbenah dan Menambah BUMD

9 Januari 2026 - 18:45

Trending di Kabar Terkini