Reporter : Joko Santoso
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Proyek pembangunan Tol Gempol – Pasuruan (Gempas) seksi II B yang saat ini masih berlangsung, ternyata berimbas pada retaknya ruang belajar di SDN Pleret 1, Kelurahan Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Senin (22/01/2018).
Bahkan, sedikitnya ada lima ruang belajar di SDN Pleret tersebut yang mengalami retak di bagian dinding-dindingnya. Di antaranya yaitu ruang belajar atau kelas 2,3,4,5 dan 6. Selain itu siswa juga mengeluhkan adanya debu-debu yang bertebaran dari bongkaran rumah di sekitarnya.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komite Sekolah Muzakki kepada Kabarpas.com Senin,(22/01/2018). Ia menuturkan bahwa pekerjaan proyek tol Gempas itu sudah dimulai sejak akhir Desember lalu. Namun, sosialisasi baru ditrima pihak sekolah pada 8 Januari kemarin. Meski demikian aktifitas sekolah tetap berjalan seperti biasanya.
”Dampaknya terjadi pada anak-anak sekolah, terutama mereka mengalami sesak nafas dan batuk-batuk akibat debu yang masuk keruangan belajar, belum juga suara bising akibat pemasangan paku bumi,” ungkapnya kepada Kabarpas.com.
Selain itu, Kepala Sekolah SDN Pleret 1, Witoto mengungkapkan bahwa pada Sabtu (20/01/2018) lalu, pihaknya terpaksa memulangkan siswa lantaran tidak bisa konsentrasi kegiatan blajar mengajar. Bahkan, siswa banyak yang bilang ketakutan akibat suara pemasangan paku bumi yang keras tersebut.
Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan relokasi sekolah kepada Pemkab Pasuruan. Pasalnya, saat ini ruang belajar yang dipakai itu tidak layak untuk menampung kegiatan siswa belajar. Selain itu, kedepannya keberadaan tol tersebut juga tepat di atas sekolah, sehingga dikhawatirkan kebisingan kendaraan di tol mengganggu kegiatan belajar.
”Sementara,mengenai ruangan kelas yang retak,saya dapat kabar jika pelaksanaan pembangunan tol PT,Wijaya Karya,(Wika) bersedia memperbaikinya,” jelas Witoto kepada Kabarpas.com.
Hingga berita ini dikabarkan, Kabarpas.com,berupaya untuk konfirmasi kepada pihak humas PT.Wika, Fery Budi. Namun, saat wartawan Kabarpas.com mendatangi kantor PT. Wika di Jalan Patiunus Nomor 10, Kelurahan Krampyangan, Kota Pasuruan yang bersangkutan sedang tidak ada di kantor. (yon/gus).

















