Reporter : Sugeng Hariyono
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Akibat cuaca ekstrem, sebuah perahu yang dikabarkan mengangkut 12 nelayan asal Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan dihantam ombak besar. Akibatnya perahu tersebut karam di perairan Probolinggo. Bahkan, satu orang nelayan yang ikut dalam rombongan perahu tersebut tewas.
Dari data yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, para nelayan tersebut mulai berangkat melaut sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka hendak melaut ke perairan Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Dan berangkat dari perairan Mlaten.
Nah, saat berada di tengah laut ternyata cuacanya sedang tak mendukung. Tiba-tiba angin sedang bertiup kencang dari arah barat. Meski demikian, perahu yang dinaiki para nelayan itu tetap nekat untuk berlabu. Namun, ketika menjelang Maghrib, angin bertiup semakin kencang dan bahkan ombak mulai meninggi.
Kondisi tersebut membuat kapal yang mereka tumpangi mendadak karam, lantaran tak kuat menahan cuaca yang semakin ekstrem tersebut.
Kades Kedawang, Suharto saat ditemui wartawan Kabarpas.com, Senin (22/01/2018) malam mengungkapkan bahwa memang sejatinya para nelayan tersebut biasa melaut hingga perairan Probolinggo.
“Laporan yang saya terima, awalnya memang cuacanya cerah. Akan tetapi, tiba-tiba saja menjadi ekstrem sehingga menenggelamkan perahu mereka tersebut,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Di tempat terpisah, Kapolsek Nguling, AKP Marwan membenarkan terkait adanya nelayan asal Pasuruan yang tenggelam akibat perahu yang ditumpanginya itu karam usai diterjang ombak besar. Ia mengatakan, perahu tersebut bermuatan 12 nelayan. Dengan rincian, 11 nelayan asal Nguling dan 1 nelayan asal Probolinggo.
“Perahu yang dinaiki nelayan ini sempat dihantam ombak besar sebanyak dua kali sebelum tenggelam. Akibatnya, 7 nelayan bersandar pada badan perahu. Sementara sisanya mengapung di perairan. Dan, setelah itu datanglah sebuah perahu lain dan menolong mereka. Tapi, sayangnya ada satu orang nelayan meninggal yakni bernama Dawik, 55, warga Desa Mlaten dan seorang lainnya, Najib, 28, juga berasal dari desa yang sama belum ditemukan,” pungkasnya. (yon/gus).

















