Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Peristiwa kerusuhan Pilkada Kota Probolinggo tahun 2013 lalu menjadi sebuah catatan kelam dan menjadi sejarah Kota Probolinggo yang dikenal kondusif. Kejadian ini banyak disesalkan oleh berbagai pihak.
“Jangan sampai apa yang sudah terjadi dulu terulang lagi tahun ini. Kita harus belajar dari kejadian 2013 lalu itu. Saya harap masyarakat Kota Probolinggo tidak terprovokasi. Kalau ada provokator yang mengajak membuat kerusuhan, segera laporkan saja ke kepolisian,” kata Wali Kota Probolinggo Rukmini.
Hal itu disampaikan Wali Kota Probolinggo Rukmini dalam deklarasi tolak money politic (politik uang) di Balai Kelurahan Triwung Kidul Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Rabu (24/1). Kegiatan yang diprakarsai oleh Polres Probolinggo Kota itu merupakan salah satu tahapan pengamanan pilkada 2018-2023.
Rukmini meminta warga masyarakat tidak pesimis dalam menghadapi pemilihan Wali Kota Probolinggo 2018-2023. Terlebih Pemkot Probolinggo sudah mengeluarkan anggaran hibah yang cukup besar untuk Pilwali ini.
“Hibah ke Polresta, Panwaslu serta KPU itu anggarannya tergolong besar. Untuk itu, saya harap masyarakat jangan pesimis, malah masyarakat harus berpartisipasi dalam menjaga pelaksanaan Pilwali,” tambah Rukmini.
Pernyataan senada disampaikan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Menurutnya, hal-hal negatif yang mungkin saja muncul saat Pilkada harus diantisipasi sedini mungkin.
“Kampanye hitam dan politik uang sangat mungkin terjadi. Untuk itu saya minta masyarakat mewaspadai hal itu. Jika ada calon yang menjanjikan atau memberi suatu imbalan, saya tidak bisa mengatakan itu haram atau tidak, tapi yang pasti itu tidak baik,” ujar Alfian. (fudz/nis)

















