Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Banyuwangi · 11 Feb 2018

HPN 2018, Sejumlah Jurnalis Lintas Media di Banyuwangi Gelar Tasyakuran


HPN 2018, Sejumlah Jurnalis Lintas Media di Banyuwangi Gelar Tasyakuran Perbesar

Reporter : Dhonny Martha
Editor : Pendik

Banyuwangi, Kabarpas.com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), sejumlah jurnalis dari lintas media di Banyuwangi menggelar tasyakuran bersama warga binaan Lapas Kelas II B Banyuwangi.

Acara ini dihadiri oleh anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, dan kegiatan ini diakhiri
dengan penyerahan cindera mata, maha karya warga binaan.

Kegiatan yang dikhususkan
untuk memperingati Hari Pers Nasional pada 9 Febuari 2018 lalu itu, sengaja dikemas berbeda dengan peringatan HPN pada umumnya.

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, K.H Fauzan yang turut hadir
dengan didampingi Kepala Lapas kelas II B Banyuwangi, Ketut
Akbar dan perwakilan media di Banyuwangi memanjatkan doa bersama
dengan warga binaan. Dalam doa tersubut harapan-harapan diucapakan
agar media di Banyuwangi terus mejadi media profesional, independen,
dan tidak memihak kepada siapa pun.

Di tengah-tengah kegiatan berlangsung, Ketut Akbar mengatakan, kegiatan yang digelar di Lapas
bersama rekan-rekan media ini sangat luar biasa. Pihanya, mewakili seluruh warga binaan merespon positif kegitan ini. Selanjutnya diharapkan akan terus terjalin silaturahim dengan baik antar Lapas Banyuwangi dan rekan-rekan media.

“ Lapas sendiri sebenarnya tidak bisa jauh dengan rekan-rekan media,
karena media merupakan koreksi bagi kami dalam menjalankan tugas untuk
mengayomi maupun melayani masyarakat,” tegas Ketut Akbar kepada
kabarpas.com biro Banyuwangi.

Ketut Akbar menambahkan, pihanya akan terus bersinergi bersama media.
Karena Lapas Banyuwangi khusunya ingin memperlihatkan kepada publik bahwa kehidupan di Lapas tidak negatif seperti apa yang di
pikirkan masyarakat.

“Di sini warga binaan terus diasah
kreatifitasnya seperti membuat kerajian, berkarya dengan menciptakan lagu, dan lain-lain sebagainya. Dari situ diharapkan, setelah mereka kembali ke masyarakat sudah
mendapatkan bekal untuk bisa hidup mandiri,” tegasnya.

Sekadar diketahui, untuk saat ini jumlah warga binaan terbesar berada di Lapas
Kelas II B Banyuwangi adalah kasus narkoba. (yon/pen).

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Dimeriahkan Gildcoustic, Ribuan Warga Banyuwangi Saksikan Launching New Honda PCX160 

12 Januari 2025 - 20:10

Begini Cara Moeldoko dan FORSAS Asah dan Tumbuh Kembangkan Seni Musik Banjari di Kalangan Santri

3 Juli 2023 - 20:45

Tahun Politik, AMSI Jatim dan Polresta Banyuwangi Segera Bentuk Komite Komunikasi Digital

18 Februari 2023 - 06:11

Gubernur Khofifah Ajak Pemuda Terus Berinovasi dan Improvisasi Hadapi Ancaman Krisis Global

24 Agustus 2022 - 06:36

Matic Besar Honda PCX160 Hadir di Banyuwangi

13 Desember 2021 - 16:37

AMSI Jawa Timur dan Solopos Institute Gelar UKW Pertama di Banyuwangi

5 November 2021 - 14:51

Trending di Kabar Banyuwangi