Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 30 Jul 2019

Coca-cola Kembali Gelar Bali Big Eco 2019


Coca-cola Kembali Gelar Bali Big Eco 2019 Perbesar

Reporter : Memey Mega

Editor : Memey Mega

 

 

Bali, Kabarpas.com – Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan gaya hidup yang semakin modern, tiap tahun volume sampah di Indonesia terus meningkat dengan cepat hingga mencapai jutaan ton, khususnya sampah plastik.

Berdasarkan data yang diperoleh dari World Bank, sampah plastik yang dihasilkan per tahun kemungkinan bertambah dari 1,3 miliar ton menjadi 2,2 miliar ton pada tahun 2025 jika tidak dikelola dengan benar. Beberapa upaya dan kegiatan terus dilakukan guna menciptakan proses pengolahan sampah yang efektif, salah satunya melalui Gerakan “Kemitraan Aksi Plastik Nasional” dan “Indonesia Bersih”.

Dalam mendukung upaya pemerintah dalam hal penanganan sampah, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) menyelenggarakan Bali’s Big Eco Forum dengan tema “Sustainability for Wonderful Indonesia” yang bertujuan untuk mengembangkan solusi pengolahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan, dengan berkolaborasi bersama pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas dan industri.

Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin, DEA, membuka forum tersebut bersama dengan Lucia Karina, Director of Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia.

“Selama lebih dari dua dekade, Coca-Cola Amatil Indonesia telah berkomitmen untuk beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berupaya untuk memberikan kontribusi yang positif di semua bidang di setiap wilayah operasional dan melakukan bisnis dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang mudah,” ujar Lucia Karina kepada Kabarpas.com.

“Sebagai wujud komitmen Amatil Indonesia terhadap pencapaian sustainability goal secara grup, kami telah berinvestasi dalam teknologi berkelanjutan yang mengurangi jumlah konten plastik dalam kemasan produk, jumlah air yang digunakan pada saat proses produksi, mengubah jutaan bahan bakar diesel menjadi tenaga LNG dan LPG yang lebih bersih, dan saat ini Amatil Indonesia sedang membangun salah satu atap panel surya terbesar di Asia untuk mengurangi jejak karbon dari proses operasional manufaktur,” tambahnya.

Forum yang dijalankan selama dua hari ini (26-27 Juli 2019) merupakan bentuk perluasan dari gerakan Bali Beach Clean Up (BBCU) yang telah dijalankan oleh Amatil Indonesia selama lebih dari 12 tahun. Hingga bulan Juli 2019, program harian BBCU telah menyingkirkan lebih dari 39 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer, termasuk: Seminyak, Legian, Kuta, Kedonganan dan Jimbaran.

Program ini didukung dengan 4 traktor pantai, 2 barber surf rakes, 3 truk sampah, 75 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah jenis tiga sistem baru tiap tahunnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan yang meramaikan Bali’s Big Eco Weekend 2019 ini, meliputi pameran eco community; big beach clean-up; festival layangan; dan pelepasan bayi penyu ke laut, yang merupakan salah satu hasil dari upaya bersih-bersih pantai selama ini melalui Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC).

Miss Earth Indonesia 2018, Ratu Vashti Annisa, turut menghadiri kegiatan tersebut, sebagai wujud dukungannya terhadap kolaborasi Bali’s Big Eco Weekend tahun ini.

“Hari ini kita diingatkan bahwa tiap usaha sungguh berarti dan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan dampak yang positif. Saya harap, semua yang hadir hari ini, terutama generasi muda dapat terinspirasi untuk menjalankan peran masing-masing dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Bali’s Big Eco Weekend 2019 didukung oleh Dynapack Asia, Sugar Labinta, Diversey, Euroasiatic, Samora Group, Alpha Servis Solusi, FABS, LYS Energy Group, PGN, Swadaya Harapan Nusanta, Turkish Airlines dan United Can. (***/mey).

Artikel ini telah dibaca 77 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan