Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Sejarawan asal Malang sekaligus Ketua Lesbumi PBNU, KH Agus Sunyoto menyebut bahwa ancaman paling serius bangsa Indonsia saat ini adalah konflik etnik.
Hal itu disampaikannya dalam acara Dialog Kebangsaan yang digelar Karang Taruna Tunas Harapan Pohjentrek bekerjasama dengan Lesbumi NU kabupaten Pasuruan.
“Konflik agama tidak berhasil mereka gunakan memecah belah kita, dan sekarang menggunakan konflik etnik, dan ini paling berbahaya,” papar kiai sejarawan itu di hadapan para peserta.
Selain KH. Agus Sunyoto sebagai narasumber, diundang juga Bambang Purwanto, sejarawan asal Sidoarjo serta Yoesoef seorang veteran asal Kejayan.
Hampir senada dengan KH. Agus Sunyoto, Bambang Purwanto mengatakan Indonesia merupakan negeri kaya yang diinginkan banyak orang, sehingga banyak yang menginginkannya mengalami disintegrasi untuk dikuasai.
“Ibarat gadis, negeri kita ini terlalu seksi sehingga siapa pun menginginkannya. Maka ada saja yang menginginkan kita pecah,” paparnya dalam sarasehan yang digelar di aula pemandian Mangga Dua Pohjentrek itu.
Sarasehan bertajuk Hilangkan Residu Pemilu Rajut Kembali Bhinneka Tunggal Ika itu berjalan gayeng meski tidak terlalu banyak dijadiri peserta.
Nur Khasanah, salah seorang panitia mengaku sudah mengundang beberapa ormas serta tokoh masyarakat, namun acara tersebut hanya dihadiri tidak lebih seratus orang.
Sementara Dadang Agus Winarno, Ketua Karang Taruna setempat, berharap dialog kebangsaan ini dapat memupuk kecintaan para pemuda terhadap NKRI, Pancasila dan UUD 45.
“Harapan saya supaya para pemuda tetap mencintai NKRI, Pancasila dan UUD 45,” jelasnya kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi. (zaq/gus).

















