Reporter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Penulis fenomenal, Ning Khilma Anis hadir menjadi pembicara di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Kehadiran penulis novel best seller berjudul “Hati Suhita” ini, mendapat sambutan luar biasa dari para santri dan juga pelajar di wilayah Kota Pasuruan, yang saat itu menjadi peserta dalam acara Meet and Greet bertajuk “Memaknai Perjalanan Cinta bersama Ning Khilma Anis, Penulis Novel Best Seller Hati Suhita”.
Pada kesempatan itu, Ning Khilma Anis mengupas tentang isi dari novel Hati Suhita yang berhasil naik cetak 60 ribu exemplar tersebut. Selain itu, ia juga mengajak para santri yang hadir agar ikut serta mengkampanyekan literasi.
“Literasi tidak hanya membaca tapi berani mengungkapkan gagasan. Untuk itu saya berharap anak-anak santri zaman sekarang agar tidak hanya sekedar membaca buku atau artikel yang selama ini bisa dijumpai berkeliaran di media sosial. Melainkan juga harus bisa menulis,” kata Ning Khilma Anis dihadapan ratusan peserta.
Menurutnya, pada dasarnya siapa saja dan dimana saja bisa untuk menulis. Namun, dibutuhkan kemauan yang kuat untuk bisa memulai menulis. Sehingga kalau sudah menjadi terbiasa akan mudah untuk menulis apa saja. Ia pun bercerita bagaimana dirinya memulai aktif di dunia literasi sejak ia masih “nyantri” di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang.
“Saya bisa sampai seperti sekarang, karena saat dulu mondok di Tambakberas sama Bu Nyai dimotivasi untuk aktif di dunia literasi. Dan Alhamdulillah, sekarang saya menuai hasilnya,” ujar wanita yang baru-baru ini didapuk untuk ikut serta mengkampanyekan pelestarian budaya di Indonesia tersebut.
Tak hanya itu, wanita yang selama ini getol berdakwah bil hal tersebut, juga meminta kepada para peserta, khususnya santri agar tidak sekali-kali melupakan cara dakwah yang pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga yaitu melalui wayang.
“Pokoknya jangan lupa, bahwa berdakwah itu bisa lewat apa saja. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang berdakwah lewat wayang,” ucapnya sembari menunjukkan bros bergambar ikon tokoh pewayangan yang ia pakai di jilbabnya.
Sementara itu, Hj.Widad Bariroh Nailurrohman selaku Wakil Kepala Pesantren dan Kepala Litbang PP Bayt Al-Hikmah mengungkapkan, tujuan acara ini adalah untuk memberikan motivasi kepada para santri agar mau berkarya melalui tulisan.
“Karena berbicara tentang pesantren itu sangatlah unik. Banyak cerita-cerita menarik yang ada di sana. Apalagi potensi santri yang bisa menulis itu banyak. Sehingga harapan saya melalui acara seperti ini, santri bisa memahami tantangan apa yang akan dihadapinya nanti selepas keluar dari pesantren. Syukur-syukur kalau ada cerita mereka di pesantren bisa ditulis sendiri menjadi sebuah buku,” pungkasnya. (ajo/gus).

















