Reporter : Sudarmoko
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Proses evakuasi tiga siswa Brimob yang meninggal dunia akibat tersambar petir di puncak gunung Ringgit memakan waktu kurang lebih 8 jam. Lamanya proses evakuasi ini lantaran medan yang dilewati menuju TKP cukup berat.
Identitas ketiga jenazah korban siswa Brimob yang tersambar petir tersebut, di antaranya yaitu Brigadir Fredy Kusdianto, Brigadir Wisnu Mukti, dan Brigadir Rizky Setiawan Pratama.
Tiga korban berhasil dievakuasi pada Selasa (17/12/2019) dini hari atau sekitar pukul 00.40 WIB dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk divisum sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Tidak hanya itu, lima orang lainnya yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut, juga sudah terlebih dulu dibawa Ke Rumah Sakit Bhayangakara Polda Jawa Timur untuk mendapatkan pertolongan.
Kapusdik Brimob Watukosek, Kombes Pol Almaz Widodo Kolopaking saat ditemui awak media di lokasi posko evakuasi korban mengatakan, evakuasi korban memakan waktu lama karena medan di gunung Ringgit mengalami kerusakan lantaran hujan yang terus mengguyur di sekitar wilayah Ringgit.
“Untuk jumlah peserta didik yang mengikuti Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbangspes) ada sebanyak 759 peserta,” terangnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, ketiga korban dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir, saat menjalani Pendidikan Pengembangan Spesialis (Dikbangspes) di Gunung Ringgit tepatnya di Desa Talunnongko, Kecamatan Prigen pada Senin (16/12/2019) kemarin. (dar/tin).

















