Oleh: Zulia Qurrota Ayun, Magang Mahasiswi Universitas Yudharta Pasuruan
KABARPAS.COM – BERBICARA dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentu tidak lain adalah Pancasila. Dimana Pancasila yang mengandung nilai-nilai universal dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika-nya itu digali dari bumi pertiwi dan disepakati sebagai consensus nasional untuk menjadi dasar NKRI dan menjadi payung kehidupan bersama dalam berbagai perbedaan.
Di sisi lain, terjadinya konflik dan ketegangan di beberapa kawasan Republik Indonesia pada era setelah reformasi membuktikan bahwa kurang hati-hatinya negara kitaa dalam mengelola kemajemukan bangsa ini, jika hal ini kita biarkan tentu dapat membahayakan keutuhan bangsa ini sendiri. Namun, di sisi lain kita juga pernah mendapatkan keterangan dari beberapa kelompok bahwa Pancasila sebagai dasar negara itu sudah tidak relevan untuk mengatasi problem bangsa ini, karena menurut kesimpulan mereka Pancasila tidak sesuai ketentuan Tuhan (agama Islam).
Benarkah begitu? Menurut saya itu merupakan sebuah kesimpulan yang terburu-buru tanpa mempunyai dasar yang jelas. Oleh karena itu, betapa hebatnya pendahulu kita, betapa cerdasnya pendahulu kita, betapa alimya pendahulu kita karena mereka mempunyai rujukan atau refrensi bernegara, yaitu : “Mitsaqul Madinah” atau dikenal dengan piagam Madinah.
Selain itu, adanya Pancasila juga merujuk pada Al-Quran. Mari kita buktikan dengan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dengan ayat-ayat Tuhan yang bermaktub di dalam Kitab suciNya yakni Al-Quran al-Karim.
1. Ketuhanan yang Maha Esa
Pada sila Pertama ini mengandung ajaran ketauhidan dalam pengertian keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebgaimana yang tercermin dalam kitab suci Al-Quran surat al-Nahl ayat 22, al-Baqarah ayat 163, al-Ankabut ayat 46.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Sila kedua ini mencerminkan nilai kemanusiaan yang menjunjung tinggi sikap adil dan beradab, hal ini dianjurkan dalam al-Quran Surat an-Nahl ayat 90.
3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga ini menggambarkan sebuah kehidupan yang rukun, damai, saling berdampingan dalam bingkai keanekaragaman bangsanya yang dilandasi persatuan serta kebersamaan. Sebagaimana perintah Allah dalam surat ali Imron ayat 103.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat
Kebijaksanaan Permusyawaratan Perwakilan
Sila yang memberi petunjuk dalam pelaksanaan kepemimpinan serta dalam mengambil sebuah keputusan itu harus secara bijak dengan tetap berdasarkan musyawarah. Hal ini digambarkan dalam al-Quran surat Shaad ayat 20 dan suraat Ali Imron ayat 159.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila yang menggambarkan dan mencita-citakan terwujudnya kehidupan yang adil, makmur, bagi seluruh rakyatnya yang beraneka ragam. Hal ini juga diperintahkan dalam surat al-Maaidah ayat 8 dan al-Nisa ayat 135.
So, dari penjambaran di atas. Masihkah Anda ragu menjadi warga negara Indonesia yang baik dan menjunjung tinggi nilai pancasila??. (***/Agus Hariyanto).

















