Reporter : Hendry Londo
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Belasan hektar sawah di Desa Kedungringin dan Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan rusak akibat terendam air banjir yang berasal dari luapan sungai Wrati. Kamis, (23/1/2020).
Meluapnya air sungai Wrati sendiri dikarenakan curah hujan berintensitas sedang yang mengguyur Kecamatan Gempol dan Beji pada Rabu (22/1/2020) kemarin, yaitu mulai sore hingga malam hari.
Selain itu kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul sungai wrati di Dusun Minggir, Desa Cangkringmalang pada Kamis (23/1/2020) pagi hari.
“Saya mendapatkan informasi dari ibu Kades Kedungringin, Rizky Wahyuni bahwa jebolnya tanggul itu terjadi pagi tadi sekitar pukul 04:00 Wib,” ujar Camat Beji, Thifaqul Ghony kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi jebolnya tanggul.
Ditambahkan, tanggul jebol sepanjang kurang lebih tiga meter ini, diduga akibat labilnya tanah setelah dilakukan penggalian dan penanaman pipa gas milik PGN.
“Kemungkinan awal dugaan kami, saat kembali melakukan penimbunan pipa gas tidak maksimal yakni kurang padat dan tinggi. Sehingga sangat rentan serta labil kontur tanahnya saat diterjang air banjir kiriman dari wilayah atas (Gempol dan Pandaan),” terangnya.
“Guna penanganan lebih lanjut kami dari Muspika Kecamatan Beji telah melakukan langkah koordinasi dengan pihak Dinas Sumber Daya Air, BPBD, BPWS dan instansi terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Rizky Wahyuni Kades Kedungringin mengatakan, akibat jebolnya tanggul ini, setidaknya 13 hektar lahan persawahan yang baru ditanami sepuluh hari belakangan terendam air, pemukiman warga di Dusun Karangkletak Desa Kedungringin dan Dusun Minggir Desa Cangkringmalang terendam air setinggi 20cm.
“Langkah darurat yang kami lakukan ini sembari menunggu tim dari dinas terkait yakni memperkuat tanggul yang jebol ini dengan senback dan sesek bambu serta terpal,” pungkas istri dari Vicky Arianto, mantan Kades setempat. (hen/tin).

















