Reporter: Yanuar Fahmi
Editor: Agus Hariyanto
Sidoarjo, Kabarpas.com – Akibat kelangkaan dan tingginya harga bawang putih menyebabkan omzet penjualan bawang putih di pasar tradisional Porong Sidoarjo anjlok hingga 40%. Beberapa pedagang mengaku kesulitan mendapatkan bawang putih untuk dijual dengan alasan ada spekulan yang memainkan harga.
Herman Mukhlisin (42), pedagang bawang putih di pasar tradisional Porong mengaku telah mencari tahu penyebab sulitnya memperoleh pasokan dari pelaku usaha.
Menurutnya, dari informasi yang ia dapat, sejumlah importir mengaku kesulitan mengirim barang karena terganjal sistem pengurusan bea cukai setelah adanya virus Corona di Cina. Lamanya waktu pada saat uji laboratorium di bagian karantina.
Mahalnya bawang putih turut membuat penurunan pembelian. Di awal pekan, dari pantauan di Pasar Tradisional Porong, Sidoarjo, harga bawang putih kating naik dari Rp 28 ribu per kg menjadi Rp 43/50 ribu per kg.
Di sisi lain, ketika harga bawang putih mulai terkerek, dan pemerintah akan mulai membatasi barang impor asal Cina. Selain itu pemerintah juga akan membatasi impor asal negeri tirai bambu. Ini dilakukan terkait penyebaran wabah virus Corona.
Pemerintah akan mengeluarkan daftar komoditas asal Cina yang impornya bakal dibatasi. Hingga saat ini beberapa kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan,dan Kementerian Koordinator Perkonomian tengah mengidentifikasi barang-barang tersebut. (yan/gus).

















