Reporter : Hendry Londo
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Ratusan Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa se-Kabupaten Pasuruan, melurug Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan di Jalan Raya Raci. Kedatangan ratusan kepala desa tersebut, untuk meminta klarifikasi atas pernyataan Ketua Komisi I, dr.Kasiman yang dinilai profokatif dan menyinggung perasaan para Kades.
“Pernyataan saudara Kasiman sebagai anggota dewan yang terhormat sangat tidak pantas dan relevan, serta menginjak harga diri kami selaku kepala desa,” ujar Hufron Kades Cangkringmalang, Kecamatan Beji.
Menurutnya, para kades ini tersingung atas pernyataan dr.Kasiman yang menyebut bahwa anggaran dana desa seperti jadi tumpeng bagi kepala desa, dan seakan-akan DD/ADD yang ada jadi rebutan.
“Sangat jelas bahwa penggunaan DD telah mempunyai juklas dan juknisnya, apalagi setiap penggunaan DD selalu melalui rapat terlebih dahulu dengan BPD,perangkat desa, Ketua RT dan tokoh masyarakat,” terang Ketua AKD Kecamatan Beji itu.
Hal senada disampaikan oleh Agus Supriyono Ketua AKD Kabupaten Pasuruan. Ia mengaku mewakili lembaga yang ia pimpin sangat tidak terima dengan pernyataan dari dr.Kasiman.
“Saya secara pribadi dan kelembagaan AKD Se-Kabupaten Pasuruan tidak terima dengan ucapan dn pernyataan Kasiman,” tegasnya.
“Jangan anggap kami (kepala desa) seperti maling. Harga diri kami sebagai kepala desa, telah dinjak-injak oleh Kasiman. Apa bukti bahwa dana desa telah kami jadi tumpeng untuk dibagi-bagikan itu, jangan asal ngomong saja. Permasalahan ini akan kami lanjutkan pada pihak berwajib (Polres Pasuruan),” tambahnya.
Selain itu, ia juga menantang dr.Kasiman agar bisa transparan dalam penggunaan anggaran negara.
“Kalau seorang Kasiman menyatakan DD seperti tumpeng bagi kami (kepala desa), ayo kita buka-bukaan apakah anggaran yang ada pada diri anggota dewan sudah “clean“, dan apakah seluruh anggaran dewan dipampang serta dapat diketahui oleh masyarakat, seperti penggunaan DD yang kami pampang di balai desa dan dapat dibaca semua masyarakat,” cetusnya dengan nada kesal.
Sementara itu, dari pantauan Kabarpas.com di lokasi, ratusan kepala desa dengan menggunakan sepeda motor dan mobil mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pasuruan.
Setibanya di lokasi, massa merangsek masuk ke ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan yang berada di lantai dua.
Namun, lantaran tak sabar ingin memasuki ruang sidang paripurna dan bertemu dr.Kasiman, akhirnya massa langsung mendobrak pintu hingga membuat pintu ruang sidang paripurna jebol. Padahal saat itu sejumlah anggota dewan sedang menggelar rapat.
Tak hayal suasana ricuh mewarnai aksi kepala desa tersebut. Di ruang sidang paripurna para kepala desa terus berteriak mencari Kasiman.
“Mana Kasiman, suruh keluar Kasiman,” teriak para pendemo.
Akhirnya didampingi oleh anggota komisi I serta pengawalan dari Polres Pasuruan, dr.Kasiman menemui ratusan kepala desa dan memberikan keterangan terkait pernyataannya.
Akan tetapi, klarifikasi yang disampaikan oleh dr.Kasiman kepada ratusan kepala desa ini, dirasa belum seperti yang diharapkan.
“Klarifikasi dari Kasiman berbelit alias mbulet dan belum bisa kami terima. Kami sepakat kasus ini dilanjutkan pada proses hukum, biar dia tahu rasa dan menjadi pelajaran bagi para anggota dewan agar tidak bicara seenaknya saja,” tutup Wasis Ketua AKD Grati. (hen/tin).

















