Reporter : Yanuar Fahmi
Editor : Titin Sukmawati
Sidoarjo, Kabarpas.com – Dua partai besar yaitu PKB dan PDI Perjuangan diprediksi akan berpindah ke lain hati. Itu setelah muncul nama Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji dalam bursa Pilkada Sidoarjo 2020.
“PKB dan PDI Perjuangan akan merespon serius Kombespol Sumardji sebagai Calon Bupati (Cabup) yang akan diusung nanti,” ujar Peneliti CONCERN Consuntancy & Research, Agung Pramono kepada Kabarpas.com.
“Itu sangat besar kemungkinannya. Menginggat nama-nama bakal kandidat yang muncul dari kedua partai. Prosentasenya sangat kecil,” tambah pria asal Sidoarjo yang konsen di lembaga milik Peneliti LIPI Hermawan Sulistyo itu.
Menurutnya, minimnya elektabilitas nama bakal calon yang berkembang. Membuat kedua partai itu berpikir keras untuk menentukan siapa yang bakal diusung.
“Makanya, rekomendasi untuk kedua partai itu tidak kunjung keluar. PKB dan PDI Perjuangan akan mempertimbangan serius. Siapa yang akan diusung nanti,” terang dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Malang tersebut.
Selain itu, Agung melihat ada alasan kondusifitas kedua partai ini. Mengingat persaingan antar kandidat sangat kuat. Apabila salah satu nama yang beredar resmi diusung. Maka dikhawatirkan akan terjadi konflik yang tidak menguntungkan kondusifitas internal partai.
Dengan pertimbangan itulah. Calon alternatif akan menjadi solusi tentang bagaimana komposisanya. Menurutnya, Partai akan lebih mengerti komposisi yang tepat.
Seperti diketahui, Hasil survey ITS-JTV menunjukkan Bakal Calon Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor (Ahmad Muhdlor Ali) memiliki elektabilitas tertinggi di Pilkada Sidoarjo 2020. Berdasarkan hasil survei yang menggunakan metodologi sampling morgan dengan sampel 360 populasi, Gus Muhdlor dipilih 15, 88 persen dari responden.
Perolehah ini disusul oleh Cak Nur (Nur Ahmad Syaifudin) di posisi kedua dengan 7,22 persen, Sulamul Hadi Nurwawan (Gus Wawan) di posisi ketiga dengan 3,47 persen. Berturut-turut di bawahnya ada BHS (Bambang Haryo), Mas Iin (Ahmad Amir Aslichin), Mas amig (Bahrul Amig), Mas Kelana (Kelana Aprilianto), Khoirul Anam, dan terakhir Agung Sudiyono. (yan/tin).

















