Reporter : Muhaimin
Editor : Agus Hariyanto
Sidoarjo, Kabarpas.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo saat ini masih menunggu surat rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk menentukan siapa bakal calon bupati dan wakilnya yang akan diusung pada Pilkada Sidoarjo tahun 2020.
Kendati begitu, Sekretaris DPC PKB Sidoarjo M. Nasikh berharap agar muncul nama kader internal partai dalam surat rekomendasi dari DPP PKB.
“Saya dan internal PKB khususnya, berharap calon yang akan diusung DPP PKB tetap dari kader internal partai,” katanya saat dikonfirmasi Kabarpas.com di ruang komisi D DPRD Sidoarjo. Rabu, (18/3/2020).
Ketika disinggung soal isu yang berkembang terkait wacana PKB yang akan mengusung kader non partai, Nasikh berkilah bahwa peluang itu sangat tipis.
“Para kader saat ini yang mencalonkan terbilang cukup tinggi elektabilitasnya, terutama Cak Nur yang unggul di urutan kedua dari hasil survey yang diselenggarakan oleh ITS dan JTV beberapa hari lalu,” tukas Nasikh
Seperti diketahui, hasil survei ITS-JTV menunjukkan bakal calon bupati Gus Muhdlor (Ahmad Muhdlor Ali) memiki elektabilitas tertinggi di Pilkada Sidoarjo 2020. Berdasarkan hasil survei yang menggunakan metodologi sampling morgan dengan sampel 360 populasi, Gus Muhdlor dipilih 15, 88 persen dari responden.
Perolehah ini disusul oleh Cak Nur (Nur Ahmad Syaifudin) di posisi kedua dengan 7,22 persen, Sulamul Hadi Nurwawan (Gus Wawan) di posisi ketiga dengan 3,47 persen. Berturut-turut dibawahnya ada BHS (Bambang Haryo), Mas Iin (Ahmad Amir Aslichin), Mas amig (Bahrul Amig), Mas Kelana (Kelana Aprilianto), Khoirul Anam, dan terakhir Agung Sudiyono.
Dari hasil survey tersebut, kader internal PKB teribilang unggul dan berpotensi untuk maju dalam Pilkada 2020, terutama Cak Nur yang kini menjabat sebagai Plt Bupati.
“Jadi sangat kecil peluangnya kalau PKB mengusung kader non partai,” pungkas politisi yang ke mana-mana selalu memakai peci itu. (mhm/gus).

















