Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Pojokan · 8 Apr 2020

Kuliah Daring di Masa Pandemi Corona


Kuliah Daring di Masa Pandemi Corona Perbesar

Oleh: Barotun Mabaroh, Dosen Uniwara Pasuruan

 

 

KABARPAS.COM – PANDEMI Covid-19 tak dapat dibendung hingga semua aktifitas di semua lini harus teralihkan dengan cara dan kebijakan baru, termasuk di antaranya adalah himbauan untuk melaksanakan perkuliahan secara daring. Tiap tipikal dosen merespons dan beradaptasi untuk kebijakan baru ini dengan beragam. Juga, para dosen menggunakan bermacam-macam aplikasi daring untuk melaksanakan perkuliahannya. Ada yang karena sederhana dan familiar, sekelompok dosen tertentu menggunakan Whatsapp.

Banyak juga dosen yang memperhitungkan untuk menggunakan aplikasi yang minim kuota seperti Telegram. Google Classroom juga dipilih karena manajemen dan rekam penugasan yang baik. Atau, Zoom yang dapat mendukung interaksi face to face meski banyak yang mengeluhkan aplikasi ini boros kuota.

Namun, tulisan ini bukan mendeskripsikan tentang macam-macam aplikasi dan kelebihannya untuk dioptimalisasikan dalam pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Akan tetapi, hal utama yang harus dinyatakan adalah bahwa tidak semua dosen terbiasa untuk menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut sebelum bencana non alam ini hadir.

Wal hasil, penelitian yang memuat strategi untuk melaksanakan pembelajaran daring masih sangat terbatas. Keterbatasan inilah yang akhirnya juga membuat dosen menentukan langkah-langkah uji coba dalam perkuliahan daring. Sayangnya, bagi mahasiswa, pilihan langkah pembelajaran daring ini lebih terkesan melulu pada pemberian tugas dan deadline.

Para mahasiswa pun bahkan serentak mengupload beragam satire, meme, dan luapan kekesalannya dengan tugas yang harus mereka tuntaskan. Mereka bahkan mengganggap bahwa tugas kuliah lebih garang daripada pandemi itu sendiri.

Salah satu ungkapan mahasiswa yang banyak diupload di media sosial yaitu “AKU TAK TAKUT COVID-19, TAPI AKU TAKUT DEADLINE TUGAS KULIAH DARING”. Untuk menanggapi dinamika ini, maka sebenarnya tak perlu menyalahkan dosen atau mengklaim mahasiswa tidak dewasa. Yang jelas, baik dosen maupun mahasiswa sedang dalam keadaan TERPAKSA dan harus DIPAKSA.

Iya, sekali lagi perkuliahan daring bukanlah hal yang mudah. Mabaroh dan Suryatiningsih (2019), dalam buku “Penggunaan Perangkat Lunak Aplikasi Untuk Pembelajaran Grammar” yang memuat hasil penelitian tentang bagaimana menyiapkan strategi perkuliahan daring dengan dukungan aplikasi NST TOEFL Explorer dan Genius TOEFL, telah menyimpulkan bahwa perkuliahan yang seperti ini sangat kurang efektif dan efisien baik bagi dosen maupun mahasiswa.

Temuan penelitian tersebut berupaya mengembangkan wawasan bahwa kuliah daring -atau yang optimal dilaksanakan dengan dukungan produk dari teknologi informasi dan komputer- tidak semudah yang diklaim pada umumnya.

Oleh karena itu juga, A Luhamya dkk (2017) dalam artikelnya yang berjudul Integration of ICT in Teaching and Learning mengklaim bahwa pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi dan komputer (TIK) akan membantu dalam memperluas akses kependidikan melalui distribusi informasi yang lebih cepat dan ketersediaan kapan saja dan di mana saja hanya jika digunakan dengan tepat. Dosen, utamanya, dan mahasiswa hendaknya telah memiliki pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan perkuliahan dengan daring secara tepat.

Beberapa teori dan hasil penelitian seperti the Theory of Reasoned Action (TRA), the Technology Acceptance Model (TAM), the Technology-Organisation-Environment (TOE), the Theory of Planned Behaviour (TPB), the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) harus sebelumnya telah dijadikan acuan untuk menentukan kebijakan dalam teknis pembelajaran daring pada situasi pandemi ini.

Penulis di sini hanya akan membahas sedikit keterkaitan antara celoteh “AKU TAK TAKUT COVID-19, TAPI AKU TAKUT DEADLINE TUGAS KULIAH DARING” dengan the Theory of Reasoned Action (TRA) atau Teori Tindakan Beralasan yang dikembangkan oleh Ajzen and Fishbein pada tahun 1980.

Teori ini menyatakan bahwa sebuah sikap atau perilaku dipengaruhi oleh 1) keyakinan dan 2) evaluasi perilaku. Keyakinan dalam hal ini merupakan probabilitas subyektif individu bahwa melakukan perilaku target akan menghasilkan konsekuensi. Dalam kasus ini, setiap mahasiswa memiliki probabilitas atau kemungkinan untuk “senang” dan “tidak” terhadap perkuliahan daring. Yang “senang” maka akan konsekuen dengan segala plus dan minus perkuliahan ini, dan yang “tidak” akan mudah goyah dengan bermacam-macam alibi.

Pastinya, probabilitas keyakinan ini juga dirasakan oleh para dosen yang cukup mengeluh dengan energi yang dikerahkan untuk memberikan feedback per mahasiswa dan kuota yang dihabiskan untuk perkuliahan daring. Tetapi, para dosen lebih mengendalikan keyakinannya bahwa kuliah daring ini adalah kewajiban yang harus dituntaskan apapun konsekuensinya.

Bahkan, beberapa dosen getol menyemangati satu sama lain dalam satu grup di media sosial melalui gubah lirik “Daring, I love you, love you, love you so much. Since I found out covid surrounds you” dengan aransemen yang dipopulerkan oleh Cherry Belle.

Dengan demikian, pada poin ini mahasiswa harus kembali ke fitrah bahwa tugas kuliah tetap ada -baik di perkuliahan daring ataupun tidak-. Mahasiswa hanya perlu mengatur pola emosi dan kesiapan untuk konsekuensi kuliah daring, berkomunikasi dengan tegas namun sopan jika ada kendala, dan tetap memprioritaskan target pembelajaran yang diharapkan.

Di sisi lain, dosen juga harus mengoptimalkan peran yang tidak hanya sebagai teacher tetapi juga sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor), dan manager belajar (learning manager) yang baik selama perkuliahan daring berlangsung (Harmer, 2007 dalam Mabaroh dan Pusparini, 2018).

Selanjutnya, evaluasi dalam rangkaian the Theory of Reasoned Action (TRA) adalah penilaian yang dihasilkan dari sebuah perilaku. Penilaian ini sama halnya dengan keyakinan untuk berperilaku; yakni bersifat sangat subyektif.

Mahasiswa yang “senang” dengan kuliah daring menilai bahwa dia berhasil menuntaskan perkuliahannya hanya dengan tetap aktif di kuliah daring serta memenuhi tugas perkuliahan dengan baik. Sebaliknya, mahasiswa yang “tidak senang” menilai bahwa perkuliahan daring ini sangat menggangu, merugikan, dan tak manusiawi.

Begitu juga dengan dosen, entah “senang” ataupun “tidak” mereka harus selalu berupaya mengambil keputusan rasional yang terus-menerus dengan mengevaluasi perilaku mahasiswa selama perkuliahan daring. Hanya dengan demikianlah, seorang dosen dapat memahami beragam kemungkinan dari mahasiswa untuk menyetujui dan mematuhi (atau tidak) setiap kebijakan dan kebijaksanaan dalam fenomena perkuliahan daring.

Penulis mengakhiri ulasan ini dengan “Deritamu adalah deritaku, semangatmu adalah bahagiaku… Mari bahagia dengan kuliah daring dan bersama mencegah covid-19.” (***).

______________________________________________

*Reference:
Ajzen, I., & Fishbein, M. (1980). Understanding Attitudes and Predicting Social Behaviour. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Luhamya, A., Bakkabulindi, F. E. K., dan Muyinda P. B. Integration of ICT in Teaching And Learning: A Review of Theories. Makerere Journal of Higher Education (MAJOHE)-International African Journal, volume 9 no 1, tahun 2017 halaman 21 – 36.
Mabaroh, B., dan Pusparini, DA. (2018). Panduan Teknis Pembelajaran Grammar Berbasis ICT: Studi Pembelajaran Menggunakan Aplikasi NST TOEFL Explorer di STKIP PGRI Pasuruan. Sidoarjo: Delta Pijar Khatulistiwa.
Mabaroh, B., dan Suryatiningsih, N. (2019). Penggunaan Perangkat Lunak Aplikasi Untuk Pembelajaran Grammar. Jember: Pustaka Abadi.

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Baca Lainnya

Tarekat Sang Musnid Dunia

17 Mei 2026 - 10:08

Jaminan Stabilitas Kepemimpinan Prabowo di Tengah Turbulensi Politik

2 Mei 2026 - 18:25

Belajar Persahabatan Sejati dari Rais Aam PBNU

24 Maret 2026 - 09:18

Antara Asmara, Semangat Kuliah, dan IPK Mahasiswa

6 Februari 2026 - 11:13

Wajah Perempuan NU Abad ke-2

31 Januari 2026 - 06:19

Kepala Daerah, Waktunya Berbenah dan Menambah BUMD

9 Januari 2026 - 18:45

Trending di Kabar Terkini