Reporter : Muhaimin
Editor : Yanuar Fahmi
Sidoarjo, Kabarpas.com- Segera di berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga Kabupaten, Kota di Jawa Timur yaitu Sidoarjo, Gresik dan Surabaya membuat para pelaku usaha di Kota udang mulai memasang kuda-kuda lebih kuat.
“Sebab, kebijakan itu diperkirakan bakal menggerus produktivitas usaha dalam beberapa waktu ke depan,” Kata H. Reza Ali Faizin Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo kepada Kabarpas.com, Senin, (20/04/2020).
Selain itu Pria yang juga Ketua GP Ansor Sidoarjo itu menambahkan, pelaku usaha secara prinsip dirasa kurang siap dengan pembatasan ini. Meski, ia tak memungkiri pasti akan ada imbas dari pemberlakuan Sidoarjo berstatus PSBB.
“Memang berat karena pasti mengurangi produktivitas. Kebijakan ini paling berdampak kepada usaha mikro, kecil, dan menengah yang bidang usahanya pedagang makanan dan pakaian,” imbuh Reza.
Selain terimbas, dilema juga dirasakan para pelaku usaha. Reza menuturkan, dunia usaha mendukung penuh kebijakan tersebut demi segera ditanggulanginya penyebaran virus Corona di Sidoarjo. Dengan demikian, usaha pun bisa berjalan normal kembali seperti sedia kala.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di rasa kurang perhatian terhadap para pelaku usaha khususnya usaha kecil menengah. Untuk menampik hal tersebut, pemerintah bisa menjamin arus logistik tidak tersendat selama pembatasan ini diterapkan, sehingga sektor usaha pun masih bisa berjalan.
Sementara, Arief Cahyono (41) Salah satu pelaku UMKM menceritakan lika liku selama masa pandemi. pengerajin tas dan dompet kulit ini merasakan dampak terburuknya dalam masa pandemi Covid-19.
“Bisnis yang dijalankan sejak lama bisa saja gulung tikar akibat dana yang ada habis sebelum bisnis tersebut berkembang atau balik modal, selain para pelaku UMKM di tuntut untuk se kreatif mungkin dalam menghadapi masa seperti ini, pemerintah juga harusnya memberikan solusi terbaik bagi kami,” ujar pria yang akrab di sapa Jhon.
Mewabahnya Virus Korona, juga membuat pelaku UMKM sulit melakukan ekspansi (penjajakan) produk ke lebih banyak daerah lagi.
“Sepertinya, pelaku UMKM baru bisa bergerak untuk mulai proses ekspansi setelah wabah Virus Korona mulai reda,” tambahnya.
Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Plt Bupati Sidoarjo mengatakan, dalam penerapan PSBB paling berat mengatasi dampak sosial ekonomi. Karena itu, pihaknya akan menghitung ulang mengenai anggaran Rp114,3 miliar yang telah disiapkan sebelumnya.
“Kami juga akan mendata, khususnya perusahaan (industri) yang ada di Sidoarjo. Karena kami memiliki kewenangan menilai mana perusahaan yang seharusnya berhenti dan mana yang bertahan,” ujar Plt Bupati Sidoarjo
Keputusan PSSB diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dengan tiga kepala daerah, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik Andhy Hendro Wijaya. Pertemuan digelar di Gedung Negara Grahadi, Minggu (19/4/2020). (mhm/yan).

















