Pasuruan, Kabarpas.com – Sejumlah pihak mempertanyakan terkait penanganan covid-19 di Kota Pasuruan yang sempat menuai polemik di masyarakat. Di antaranya yaitu terkait penagadaan masker untuk masyarakat hingga 10 titik tempat chek poin yang dirasa masih kurang maksimal.
Hal itu terungkap saat jajaran pengurus syuriyah dan tanfidziyah PCNU Kota Pasuruan melakukan hearing dengan DPRD Kota Pasuruan.
“Akhir-akhir ini kami mendapat informasi dari masyarakat terkait penangan covid-19 di Kota Pasuruan sejauh apa. Karena sampai saat ini ada warga yang mengaku masih belum mendapatkan bantuan. Untuk itulah tujuan kami datang ke sini adalah untuk mencari tahu kebenaranya dari informasi tersebut,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pasuruan, KH Nailur Rochman dihadapan dewan.
Menurutnya, apa yang dilakukan pihaknya ini adalah sebagai bentuk wujud kontribusi NU untuk mengawal anggaran covid -19 di Kota Pasuruan agar tepat sasaran. “Semoga melalui hearing ini kita akan mendapat informasi jelas dari sumber yang bisa dipercaya,” imbuhnya.
Selain itu, masih dalam kesempatan yang sama, Kiai muda NU ini juga memaparkan beberapa poin penting dalam hearing tersebut yaitu meliputi:
- Pengadaan masker agar segera terealisasikan dengan cepat.
- Penyaluran bantuan agar lebih memperhatikan warga yang paling membutuhkan, tidak hanya berdasarkan data yang terkadang tidak tepat sasaran.
- Lebih dimaksimalkannya chek poin di 10 titik yang saat ini sudah ada.
- Adanya perhatian pemerintah kepada perabot masjid, guru Madin dan guru ngaji.
“Dan yang terakhir kami dari PCNU Kota Pasuruan memohon dan titip agar anggaran Pemkot untuk penanganan Covid-19 digunakan dengan penuh amanah,” tegasnya.
Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Kota Pasuruan, KH Halim Masud yang juga turut hadir dalam hearing tersebut menyampaikan bahwa perlu adanya edukasi kepada masyarakat terkait bahaya covid-19.
“Dengan adanya edukasi itu nantinya bisa betul-betul disampaikan baik kepada masyarakat maupun dunia pendidikan. Karena seseorang yang tidak menerapkan anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan covid -19. Itu bisa jadi mereka tidak paham sehingga masih ada yang menganggap bahwa corona itu ada dan tidak ada karena hanya untuk menakut nakuti masyarakat,” terangnya.
Menanggapi apa yang disampaikan oleh jajaran pengurus PCNU Kota Pasuruan ini langsung direspon positif oleh Ketua DPRD Kota Pasuruan, H Ismail Marzuki.
“Apa yang sudah diutarakan oleh pengurus PCNU Kota Pasuruan ini akan kami kawal sepenuhnya. Dan tentunya kami akan selalu mengawasinya sejauh kapasitas dewan,” pungkasnya. (ajo/tin).

















