Reporter : Januar Fahmi
Editor : Januar Fahmi
Kabarpas.com, Sidoarjo – Menjelang lebaran Idul Fitri di tengah pandemi covid-19, berbagai sektor ekonomi turut serta merasakan dampak yang serius, khususnya bagi para pelaku UMKM maupun usaha. Salah satunya penghasilan gerai pakaian muslim yang mengalami penurun omset secara drastis.
Hal itulah yang dirasakan oleh pemilik toko Indah Bordir Sidoarjo. Semenjak meluasnya wabah corona, pembeli terus mengalami penuruanan dalam sehari, pengunjung yang datang hanya sekitar 50-70 an orang.
Padahal di ramadhan tahun sebelumnya, pengunjung bisa mencapai 500-an orang perhari. Pengelola toko tak bisa berbuat banyak, apalagi sejak diberlakukannya PSBB di Sidoarjo.
Fitri Widhiasmaningsih selaku Manager Operasional toko mengatakan, masih tetap menerima pembeli yang ingin datang ke toko. namun, dirinya tetap membatasi jumlah pengunjung, hanya 25% dari total pengunjung pada hari biasa.
Dalam mensiasati semakin terpuruknya usaha, pengelola toko memaksimalkan transaksi daring yang dianggap dapat membantu penjualan prodak pakaian muslimnya.
“Omzet toko melalui transaksi online ini, meningkat hingga 100 persen. Berbagai diskon juga diberikan dan biaya ongkos kirim dari toko ini digratiskan ketika berada di lokasi daerah yang sama. Sehingga menjadi alternatif pilihan tepat berbelanja baju muslim di tengah pandemi covid-19 tanpa harus keluar dari rumah, ” ujar Fitri Manager oprasional toko kepada Kabarpas.com, Kamis ( 21/05/2020).
Tak hanya itu, protokol covid-19 juga diterapkan di toko ini guna membantu menekan penyebaran di Sidoarjo yang makin masif. Pintu masuk yang dibuka hanya satu, dan setiap pengunjung wajib melalui bilik disinfektan, diukur suhu tubuhnya, serta mencuci tangan. bahkan saat membayar di kasir, pembeli juga diwajibkan antri dengan menjaga jarak. (***/jf).

















