Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Sidoarjo · 28 Mei 2020

Sambut New Normal, Mas Iin Kawal Keseriusan Pemerintah untuk Pesantren


Sambut New Normal, Mas Iin Kawal Keseriusan Pemerintah untuk Pesantren Perbesar

Reporter : Muhaimin

Editor : Yanuar Fahmi

 

Sidoarjo, Kabarpas.com – Wabah Covid-19 di Jawa Timur belum juga reda, bahkan semakin hari masyarakat yang dinyatakan positif grafiknya terus meningkat, terkhusus di wilayah Surabaya Raya (Surabaya- Sidoarjo – Gersik). Meski begitu, langkah pemulihan kondisi sosial ekonomi termasuk pendidikan, penting untuk segera dilakukan. Semangat itulah yang ditunjukkan Presiden Jokowi dalam rencana penerapan New Normal.

Menyambut hal itu, Partai yang selalu memperjuangkan pendidikan pesantren yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung langkah yang diambil pemerintah pusat tersebut. Bukan hanya itu, PKB juga mendorong pemerintah memberikan perhatian khusus kepada penerapan new normal di pondok pesantren. Karena selain sebagai pusat pendidikan, pondok pesantren punya peran penting sebagai penopang stabilitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

“Sebagai kader PKB yang ada di DPRD Jawa timur, saya akan mengawal penuh persiapan implementasinya, khususnya untuk pondok pesantren,” kata Achmad Amir Aslichin, anggota DPRD Jatim Fraksi Kebangkitan Bangsa. Kamis, (28/05/2020).

Berdasarkan data pondok pesantren yang terdaftar di Kemenag Jawa Timur tahun 2019, di Jawa Timur terdapat 4.550 pondok pesantren dengan 574.340 santri.

“Kita dapat bayangkan, hampir tiga bulan ini, sekian banyak pondok memulangkan santrinya. Tentu tak hanya berdampak pada pondok. Tapi juga pada banyak sektor yang ekonominya bergantung pada aktifitas pondok,” ujar pria yang akrab disapa Mas Iin ini.

“Dengan begitu, kami mendorong pemerintah provinsi Jatim, Ibu Gubernur Khofifah khususnya. Untuk tidak ragu menerapkan New Normal di pondok pesantren. Tentu juga dengan penerapan ketat protokol pencegahan covid-19, berikut support anggaran untuk kebutuhan standarisasi infrastruktur penopangnya,” imbuhnya.

Penerapan new normal, khususnya di pondok pesantren memang butuh perhatian khusus pemerintah. Mulai tahap pengembalian santri dari berbagai daerah, pemeriksaan massal, standarisasi sarana kesehatan dan ruang belajar, hingga pengalokasian anggaran khusus selama transisi new normal.

Terkait dukungan dan pengawalan PKB pada penerapan new normal di pesantren, Mas Iin akan berkordinasi dengan Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) baik di tingkat Wilayah (PWNU) Cabang (PCNU) maupun Wakil Cabang (MWC).

“Kami akan koordinasikan secara intens, dengan PWNU, PCNU, RMI, soal kesiapan dan kebutuhan pesantren di masa new normal diterapkan nanti. Kami juga akan dorong pemerintah provinsi dan daerah untuk mendukung penuh persiapan tersebut,” tegas Mas Iin.

Menurutnya, New normal sebagai langkah yang dipilih pemerintah seyogyanya dipahami secara bijak. New normal sama sekali tak berarti menyerah pada pandemi. Kelaziman baru ini justru untuk cepat beradaptasi.

“Kunci kita menghadapi Covid-19 adalah adaptasi, dengan begitu mari kita bersama-sama mengawal penerapan new normal ini,” pungkas pria yang pernah menjadi ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo selama dua periode itu. (mhm/yan).

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

Tunjukkan Loyalitas dan Soliditas, 34.377 Bikers Honda Bersatu di HBD 2023

29 Oktober 2023 - 23:42

Ultah Kabarpas ke-9 Digelar di Hotel Luminor Sidoarjo, Simak Kemeriahannya

29 Oktober 2023 - 19:47

Cak Imin Sapa Ribuan Massa di Sidoarjo

15 Oktober 2023 - 12:43

Yel-yel Ganjar Siji Ganjar Kabeh Bergema di Seberang Acara Anies-Muhaimin

15 Oktober 2023 - 11:53

BHS Pastikan Bantuan Bedah Rumah di Sidoarjo Mulai Dikerjakan

14 Oktober 2023 - 18:12

Andri Chrystanto Sikapi Potensi Pasar Digital untuk Pedagang Tradisional

7 Oktober 2023 - 13:26

Trending di Kabar Sidoarjo