Sidoarjo, Kabarpas.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mengakhiri status PSBB di Surabaya raya, terhitung per tanggal ( 09/06/2020) kemarin. Dan saat ini Surabaya raya tengah melakukan masa transisi New Normal selama dua minggu kedepan.
Menanggapi hal tersebut Pengamat Sosial Sony Sunarko mengatakan, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan new normal ini. Salah satunya adalah masalah konsistensi aktivitas dengan protokol kesehatan ketat baik dari pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.
“Memang kendala di kita masalah konsistensi ini tidak mudah membuat habit baru. Memang tantangannya orang kembali bebas, ini tanggung jawab moral semua,” ujar Pria yang juga pengusaha tersebut (10/06/2020).
“Kebijakan yang ramah sosial dan berbasis budaya perlu di-framing dengan baik, sehingga dapat menghilangkan kegaduhan sosial. Optimisme serta New Moral masyarakat juga harus dibangun pada new normal,” tambahnya.
Pengamat Sosial ini menambahkan, kesadaran membantu mereka yang terdampak tetap saja dibutuhkan di saat new normal.
“Laksana jejaring laba-laba akan selalu memperkuat satu sama lain, ketika ada keterikatan batin antara yang kuat dan lemah. Sehingga getaran dan ritme saling membantu satu sama lain menjadi spirit new normal,” pungkasnya. (jan/tin).

















