Pasuruan, Kabarpas.com – UKM Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan Forum UKM Mandiri Jawa Timur menggelar acara bertajuk “Gathering UKM Kabupaten Probolinggo dalam Menyambut New Normal.” Acara ini digelar di Rumah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo.
Ada tiga orang narasumber yang hadir pada acara ini, di antaranya yaitu Kabid UKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, Zulkarnain, Ketua Forum UKM Mandiri Jatim, Niko Trisno P, dan Ketua Asosiasi Marketing Produk Unggulan Hebat (AMPUH), Evita.
Acara yang diawali dengan bernyanyi dan berjoget bersama lagu “Gemu Fa Mi Re” ini, diikuti oleh puluhan peserta. Dan karena harus menerapkan protokoler kesehatan (meliputi berupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, serta peserta dibatasi.red). Sehingga para peserta yang ikut dalam acara ini dibagi menjadi dua gelombamg.
“Lebih dari 90 peserta tidak terdampak covid-19 bahkan tetap berjalan meningkat omzetnya. Contohnya pada usaha kreatifitas dan inovasi, antara lain yaitu bikin produk baru dan alih produk,” ujar Ketua Forum UKM Mandiri Jatim, Niko Trisno.P kepada Kabarpas.com.
Ditambahkan, melalui kegiatan ini ia memberikan strategi khusus sekaligus mencari pasar baru yang selama ini belum terjamah oleh UKM, menghubungi kembali pelanggan-pelangganya yang dulu. Dengan asumsinya, selama lock down dan PSBB contoh kios, gerai, dan pasar begitu dibuka membutuhkan produk yang banyak.
“Untuk itu, maka UKM harus memasok produk-produknya. Dan ternyata apa yang saya sampaikan ini disambut antusias luar biasa oleh pasar. Namun, di sisi lain pandemi corona ini juga mendatangkan peluang bisnis UKM pada Dinkop Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Dalam acara yang dimoderatori oleh Kasie Pemasaran Bidang UKM Dinkop UKM Kabupaten Probolinggo, Erna, ST ini berlangsung meriah dan membangkitkan semangat lagi bagi UKM untuk menjalankan usahanya pasca corona.
Untuk sekadar diketahui, digelarnya acara guna sekaligus membangkitkan semangat & optimisme UKM memasuki new normal yang hampir 3 bulan pars pelaku UKM tiarap. (ajo/gus).

















