Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 7 Jun 2026

Pemkab Probolinggo dan INOVASI Cetak Fasilitator Parenting untuk Perkuat Peran Keluarga


Pemkab Probolinggo dan INOVASI Cetak Fasilitator Parenting untuk Perkuat Peran Keluarga Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Program INOVASI, Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia di sektor pendidikan menyelenggarakan pelatihan fasilitator parenting selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (4–6/6/2026) di di Harris Hotel & Conventions Gubeng Surabaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran keluarga untuk mendukung pendidikan, kesehatan, perlindungan dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan ini diikuti 38 peserta dari berbagai unsur lintas sektor di Kabupaten Probolingo. Mereka berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, puskesmas hingga perwakilan sekolah multigrade di Kecamatan Sukapura.

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut hasil forum multistakeholders pendidikan dan asesmen kebutuhan masyarakat yang menunjukkan pentingnya penguatan layanan pengasuhan dan edukasi bagi orang tua sebagai bagian dari pendekatan pendidikan yang lebih holistik.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai hak dan perlindungan anak, tumbuh kembang anak sesuai usia, gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan kekerasan terhadap anak, pengasuhan positif hingga teknik fasilitasi dan penyusunan rencana tindak lanjut. Materi disampaikan oleh tim fasilitator dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dan sejumlah mitra terkait.

Kepala Disdikdaya Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan pendidikan anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, perilaku dan keberhasilan belajar anak.

“Sejalan dengan hasil forum multistakeholders pendidikan tahun 2025, kita menyadari bahwa pendidikan anak tidak bisa dibebankan kepada sekolah saja. Saat ini orang tua menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pola asuh di era digital hingga penggunaan gadget pada anak. Karena itu diperlukan sinergi lintas sektor untuk memberikan edukasi parenting yang berkelanjutan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Hary, para peserta akan dibekali kemampuan untuk menjadi fasilitator parenting yang mampu menyampaikan materi pengasuhan positif, pemenuhan gizi, perlindungan anak hingga teknik pembelajaran orang dewasa kepada para orang tua di lingkungan masing-masing.

“Anak-anak kita adalah investasi masa depan daerah. Kualitas sumber daya manusia Kabupaten Probolinggo ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi layanan pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan gizi secara utuh sejak sekarang. Karena itu kami mengapresiasi program INOVASI dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam kegiatan ini,” terangnya.

Sementara Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono menyampaikan apresiasi kepada program INOVASI yang telah memberikan pendampingan sekaligus menghadirkan program nyata dalam penguatan parenting di Kabupaten Probolinggo.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim INOVASI yang telah memberikan pendampingan sekaligus menunjukkan kegiatan nyata. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mengkader dan menciptakan fasilitator yang nantinya akan menjadi pilot project di Kecamatan Sukapura,” ujarnya.

Menurut A’at, program parenting sangat sejalan dengan tugas dan fungsi DP3AP2KB dalam pemenuhan hak anak, perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan melalui penguatan ketahanan keluarga.

“Program kami memang berfokus pada pembinaan keluarga. Karena itu kehadiran program INOVASI memberikan manfaat besar dalam memperkuat kompetensi keluarga sehingga kesejahteraan dan kualitas pengasuhan anak dapat meningkat,” jelasnya.

A’at berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program parenting ini, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan.

“Kami mengharapkan komitmen yang kuat dari seluruh OPD terkait. Jika kolaborasi ini terbangun dengan baik, saya yakin konsep yang telah disiapkan tim INOVASI dapat berjalan optimal di sekolah-sekolah dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut A’at optimistis Kecamatan Sukapura dapat menjadi model praktik baik pelaksanaan parenting terpadu di Kabupaten Probolinggo yang nantinya bisa direplikasi di kecamatan lain.

“Harapan kami program ini tidak berhenti di Kecamatan Sukapura. Jika berhasil dan memberikan dampak positif, maka kecamatan lain bisa meniru dan menerapkan pola yang sama sehingga layanan parenting dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

BBM Subsidi Sempat Tersendat, Bupati Jember Janjikan Perbaikan SOP untuk Petani dan Nelayan

7 Juni 2026 - 08:30

Lebih Baik Lanjut KULIAH / MONDOK?

6 Juni 2026 - 20:57

Jago Lobi, Fawait Bisa Datangkan Ratusan Miliar untuk Pertanian Jember 

6 Juni 2026 - 18:20

Kolaborasi Pemkab Jember dan Pemerintah Pusat Kucurkan Rp312 Miliar untuk Perkuat Sektor Pertanian

6 Juni 2026 - 18:13

Mas Adi: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Menapaki Jenjang Pendidikan yang Lebih Tinggi

6 Juni 2026 - 13:24

Perempuan NU Siap Jadi Garda Terdepan Literasi Digital dan Perlindungan Anak di Era Teknologi

6 Juni 2026 - 13:10

Trending di KABAR NUSANTARA