Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 4 Jul 2020

Melihat Lebih Dekat Tradisi Masyarakat Hindu Tengger saat Sambut Perayaan Yadnya Kasada


Melihat Lebih Dekat Tradisi Masyarakat Hindu Tengger saat Sambut Perayaan Yadnya Kasada Perbesar

 

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Masyarakat Hindu Tengger yang ada di lereng Gunung Bromo, memiliki tradisi tersendiri dalam menyambut perayaan Yadnya Kasada. Salah satunya yaitu dengan  melakukan ritual mendak tirta atau mengambil air suci. Untuk warga Tengger yang ada di Kabupaten Probolinggo melakukan mendak tirta dari Air Terjun Madakaripura di Desa Negororejo Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya, terlebih dulu dilakukan doa bersama serta juga melarung sejumlah sesaji yang telah diberi mantra oleh pemuka agama suku Tengger.

Selain Air Terjun Madakaripura, ada beberapa sumber air lain yang menjadi jujukan prosesi mendak tirta, Diantaranya sumber air di Gunung Widodaren dan Sumber air di sekitar Pura Senduro Lumajang. Air tersebut kemudian dibawa sebagai kelengkapan untuk menggelar upacara Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten yang berada di kaki Gunung Bromo Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura.

Di tengah-tengah pandemi COVID-19, prosesi Mendak Tirta (pengambilan air suci) dari Air Terjun Madakaripura menjelang Hari Raya Yadnya Kasada sengaja tidak dilakukan dengan banyak orang. Prosesi ritual ini dilakukan sesuai dengan aturan protokol kesehatan dan mencegah adanya penyebaran COVID-19.

Bambang Suprapto selaku Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, prosesi ritual Mendak Tirta dilakukan dalam rangka persiapan perayaan Hari Raya Yadnya Kasada bagi umat Hindu di Kawasan Tengger yang sengaja digelar di Pura Luhur Poten Bromo Tengger Semeru. Ritual ini dilakukan setiap tahun tepatnya jelang perayaan Yadnya Kasada.

Bambang menjelaskan, empat sumber mata air yang digunakan dalam penyucian yaitu sumber mata air Watuk Klosot Senduro Lumajang, Widodaren, Madakaripura Lumbang dan Rondo Kuning Ranupane Lumajang. Tentunya pengambilan sumber mata air dilakukan oleh pandita disertai  dengan pembacaan mantera-mantera. Jadi tidak semua warga Tengger bisa mengambil air itu untuk penyucian.

“Puncak kegiatan perayaan Yadnya Kasada akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Juli 2020 di Pura Luhur Poten Bromo. Dilanjutkan dengan ritual larung sesaji hasil pertanian dan sebagainya di Kawah Gunung Bromo,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Kawal Verval Usulan Bantuan Hibah PP PAUD hingga Tuntas

11 Juni 2026 - 15:20

Pemkab Probolinggo dan INOVASI Cetak Fasilitator Parenting untuk Perkuat Peran Keluarga

7 Juni 2026 - 18:48

Pemkab Probolinggo dan Pemkot Malang Perkuat Distribusi Bawang Merah dan UMKM

5 Juni 2026 - 11:00

Kelurahan Kraksaan Wetan Salurkan PMT Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil KEK

4 Juni 2026 - 21:20

Lewat DBHCHT 2026, Disnaker Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Kejuruan Batik

2 Juni 2026 - 21:28

Trending di Kabar Probolinggo