Pasuruan, Kabarpas.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pasuruan mendukung Pilkada serentak di Jawa Timur tahun 2020, yang puncaknya akan dilaksanakan pada Desember 2020 nanti. Selain itu, mereka juga berharap Pilkada 2020 nanti aman dan berkualitas secara demokrasi.
Kepada Kabarpas.com, Ketua PC PMII Pasuruan, Muhammad Ainul Yaqin mengatakan, setidaknya ada dua hal penting yang mesti digaris bawahi dan itu juga merupakan masukan organisasinya kepada semua Sthokeholder agar Pilkada serentak di Jatim kedepan bisa sukses.
“Pertama adalah tentang sosialisasi. Sosialisasi terutama di tingkatkan masyarakat lapisan bawah harus intensif dilakukan,” kata Yaqin.
Menurut Yaqin hal itu sangat penting agar masyarakat bisa tahu profil orang yang akan dipilih, tahu hak dan kewajiban dalam berdemokrasi yang intinya akan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Yang kedua, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka KPU selaku penyelenggara bersama perangkat yang dimilikinya harus bisa memastikan pelaksanaan tahapan pilkada telah di dukung protokol kesehatan sehingga aman dari penyebaran Covid-19,” terangnya.
Yaqin menjelaskan bahwa pemerintah memang telah mengeluarkan beberapa regulasi untuk mendukung pelaksanaan Pilkada di tengah situasi Pendemi Covid 19 misalnya Peraturan KPU (PKPU) No 6 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Tentang Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Dalam Kondisi Bencana Non Alam (Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Namun yang terpenting adalah pelaksanaan dari regulasi yang dibuat. Dan itu membutuhkan peran semua pihak mengawal,” jelas Yaqin.
Sementara terkait dengan aman dan damai tahapan dari awal sampai akhir pilkada, Yaqin menjelaskan kunci utamanya ada di peran dan sinergi lintas tokoh. Semua harus digandeng dan semua harus punya komitmen menjaga kamtibmas. PMII Pasuruan sendiri yang mempunyai basis kader kampus di Pasuruan Raya siap berpartisipasi agar Pilkada Jawa Timur khususnya Pilwali Kota Pasuruan bisa Aman, kondusif dan berkualitas.
“Salah isu yang akan kami dorong agar pilkada kedepan bisa menjadi proses demokrasi adalah dengan gerakan tolak money politik,” terang Yaqin
Seperti diketahui 19 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada di Jatim, terdiri dari 16 kabupaten dan tiga kota, masing-masing Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. kemudian Kota Blitar, Pasuruan, dan Kota Surabaya. (mim/gus).

















