Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 1 Sep 2020

Kenalkan Ini Dia Jamu “Anti Corona” Hasil Inovasi Mahasiswa KKN STIT PGRI Pasuruan


Kenalkan Ini Dia Jamu “Anti Corona” Hasil Inovasi Mahasiswa KKN STIT PGRI Pasuruan Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Sekitar awal tahun 2020 telah muncul wabah yang berbahaya yaitu Corona Virus Disease atau biasa disebut dengan COVID-19, awalnya wabah ini munculnya di Wuhan, China.

Sampai saat ini COVID-19 ini telah menyebar dengan cepat hampir ke seluruh Negara termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri pandemi COVID-19 ini telah menyebar hampir ke seluruh Kota bukan hanya Kota besar saja yang terkena pandemi COVID-19 ini tetapi Kota Kecil seperti Kota Pasuruan juga terkena pandemi COVID-19.

Meskipun tengah terjadi pandemi COVID-19 Mahasiswa STIT PGRI Pasuruan sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) kegiatan ini merupakan suatu program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa angkatan 2017, berbeda dengan KKN pada tahun – tahun sebelumnya KKN pada tahun ini karena terjadi ditengah pandemi maka menggunakan metode daring KKN Dari Rumah (KKN-DR) oleh masing – masing individu di rumahnya, KKN-DR dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus hingga 15 September 2020, melalui 2 tema yaitu tema wajib dan tema pilihan untuk setiap mahasiswa.

Nadia Nanda Safira merupakan salah satu mahasiswi STIT PGRI Pasuruan Program Studi Pendidikan Agama Islam yang sedang melaksanakan KKN-DR di Pengkol Gondang Rejo Kec. Gondang Wetan Kab. Pasuruan, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ana Ahsana El Sulukiyyah, M.Pd.

Program kerja yang dilaksanakan oleh Nanda di pengkol yaitu dengan tema kesehatan, karena kesehatan merupakan hal yang sangat penting terutama sejak terjadi pandemi COVID-19 ini banyak sekali masyarakat yang khawatir dengan kesehatan dan kekebalan tubuhnya, selain itu masyarakat telah banyak yang terdampak dari adanya pandemi hingga melumpuhkan kegiatan perekonomian masyarakat seperti yang dialami oleh Srima seorang pedagang jamu keliling, pemerintah memberi anjuran kepada masyarakat untuk bekerja dari rumah.

Dengan anjuran ini Srima kewalahan untuk menjual jamunya karena biasanya Srima memasarkan jamunya dengan cara berkeliling.

“Sejak adanya covid ini saya kesusahan untuk berjualan jamu, karena orang – orang tidak berani keluar rumah, takut minum jamu dengan gelas yang bergantian hal itu juga berdampak dengan pendapatan saya yang turun biasanya 700rb sekarang hanya 100-150 saja,” ujar Srima.

Dalam keadaan seperti ini Nanda memberikan sebuah ide serta arahan agar Srima dapat berjualan jamu dan tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

Menemukan sebuah inovasi baru Nanda dan Srima membuat jamu anti corona atau jamu untuk menambah kekebalan tubuh dengan bahan utama yang dipakai adalah kunir putih yang sudah dikenal memiliki banyak manfaat dari akar, minyak dan daunnya. Beberapa manfaat yang dimiliki kunir putih yaitu sebagai antimikroba, anti nyeri, anti racun, anti radang dan antioksidan.

Adanya inovasi baru jamu ini diharapkan masyarakat banyak yang tertarik dengan membeli jamu anti corona produksi Nanda dan Srima, selain jamu anti corona ini Nanda juga membantu Srima dalam proses pembuatan jamu lain nya seperti sinom dan beras kencur.

Selain memberikan ide dengan membuat jamu anti corona Nanda juga memberikan arahan dalam proses pengemasan dan pemasaran jamu yang dijual oleh Srima dimasa pandemi.

Dalam proses pengemasan Nanda mengarahkan agar menggunakan botol sekali pakai karena dengan menggunakan botol kebersihannya terjamin, aman, dan menarik minat pembeli, sedangkan untuk proses pemasaran dimasa pandemi COVID-19 ini Nanda memanfaatkan media sosial seperti instagram, whatsapp dan facebook sebagai tempat untuk memasarkan jamu dagangan Srima karena pada saat ini masyarakat seluruhnya pasti menggunakan media sosial selain itu dapat lebih mudah mencari pelanggan, mengembangkan target pasar, lebih mudah dijangkau konsumen dan lebih cepat dalam membagikan informasi tentang sesuatu yang kita jual serta agar konsumen bisa menikmati jamu dengan tetap berada dirumah dan menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

“Semoga dengan adanya jamu anti corona serta packaging jamu yg lebih higienis dapat membantu menstabilkan kembali pendapatan Srima seperti semula sebelum terjadinya pandemi,” harap Nanda Mahasiswa STIT PGRI Pasuruan.

Untuk tema wajib KKN-DR ini Nanda memberikan pemahaman kepada adik – adik yang baru saja menyelesaikan pendidikannya tingkat atas (SMA) yang berada dilingkungan sekitar rumahnya, tentang pentingnya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yaitu di tingkat Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Di STIT PGRI Pasuruan calon mahasiswa baru bisa mendapatkan beasiswa seperit KIP (Bidikmis), PPA (Peningkatan Prestasi Akademik), Hafidz Qur’an, dan Creator Milenial, dengan adanya beasiswa ini semakin mempermudah calon mahasiswa baru serta bagi orang tua karena tidak merasa terbebani dengan biaya kuliah yang tinggi. (***).

Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wali Kota Pasuruan Ajak Tingkatkan Disiplin dan Kepedulian Lingkungan

9 Juni 2026 - 13:32

Mas Adi: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Menapaki Jenjang Pendidikan yang Lebih Tinggi

6 Juni 2026 - 13:24

Keren ! Kota Pasuruan Raih Opini WTP Ke-6 Kali Berturut-turut

3 Juni 2026 - 08:35

Ketua Pergunu Apresiasi Cara Walikota Pasuruan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Lewat Suling

30 Mei 2026 - 12:46

Double Bahagia! Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Raih Gelar Doktor dengan IPK 3,97 Tepat di Ultah ke-46

28 Mei 2026 - 08:51

Pemkot Pasuruan Salurkan 86 Hewan Kurban

27 Mei 2026 - 10:37

Trending di Berita Pasuruan