Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Sidoarjo · 1 Sep 2020

Pengamat Sosial : Pemerintah Harus Perkuat Program Permodalan untuk UMKM Guna Antisipasi Resesi Ekonomi


Pengamat Sosial : Pemerintah Harus Perkuat Program Permodalan untuk UMKM Guna Antisipasi Resesi Ekonomi Perbesar

Reporter : Yanuar Fahmi

Editor : Agus Hariyanto

 

 

Sidoarjo, Kabarpas.com : Ancaman jurang resesi menghantui di tengah pandemi, pemerintah dituntut untuk lebih sigap dan cepat dalam menangani pandemi virus korona. Selai itu, pemerintah juga diharapkan dapat melaksanakan berbagai langkah yang efektif, baik melalui kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta instrumen fiskal maupun moneter, untuk dapat segera mewujudkan harapan rakyat tersebut.

Untuk itulah, pengamat sosial Sony Sunarko kandidat Magister Hukum S2 ini meminta agar pemerintah dapat memperkuat sektor UMKM.

“Disamping itu DPR telah memberikan dukungan kepada Pemerintah dengan menetapkan Perppu 1 tahun 2020 menjadi Undang-Undang No 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi covid-19 dan atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan,” ucapnya.

Hal ini menurutnya penting untuk menyalamatkan perekonomian dari jurang resesi dampak pandemi Covid-19. Selain itu dijelaskan, berdasarkan data Bank Indonesia, populasi UMKM meliputi 99,99 persen dari total pelaku usaha di Indonesia.

“Saya kira pengefektifan UMKM harus dilaksanakan. Karena UMKM merupakan salah satu sumber perekonomian,sebagai penunjang perputaran perekonomian masyarakat, sesuai amanat UU tersebut secara efektif untuk memperkuat penanganan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, serta pelayanan umum negara,”
katanya saat dihubungi Kabarpas.com via seluler, Selasa (01/9/2020).

Meski demikian, pengamat sosial yang juga seorang pengusaha di bidang elektronik ini menyadari bahwa efek pandemi begitu besar terhadap menurunnya derajat kesejahteraan rakyat Indonesia, yang ditandai dengan bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran serta penurunan daya beli masyarakat yang sangat signifikan. Kondisi ini memberikan tekanan yang sangat besar bagi perekonomian nasional maupun APBD Tahun Anggaran 2021.

Pemerintah memproyeksikan perekonomian nasional pada tahun 2021 dapat tumbuh pada kisaran 4,5-5,5%.

Sony menambahkan, pihaknya tetap meminta pemerintah benar-benar memanfaatkan APBN dan APBD terutama yang berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat terutama di bidang UMKM.

“Karena masyarakat kita rata-rata punya usaha baik usaha kecil, industri rumahan dan sebagainya itu yang perlu disupport pemerintah,” pungkasnya (yan/gus).

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Tunjukkan Loyalitas dan Soliditas, 34.377 Bikers Honda Bersatu di HBD 2023

29 Oktober 2023 - 23:42

Ultah Kabarpas ke-9 Digelar di Hotel Luminor Sidoarjo, Simak Kemeriahannya

29 Oktober 2023 - 19:47

Cak Imin Sapa Ribuan Massa di Sidoarjo

15 Oktober 2023 - 12:43

Yel-yel Ganjar Siji Ganjar Kabeh Bergema di Seberang Acara Anies-Muhaimin

15 Oktober 2023 - 11:53

BHS Pastikan Bantuan Bedah Rumah di Sidoarjo Mulai Dikerjakan

14 Oktober 2023 - 18:12

Andri Chrystanto Sikapi Potensi Pasar Digital untuk Pedagang Tradisional

7 Oktober 2023 - 13:26

Trending di Kabar Sidoarjo