Pasuruan, Kabarpas.com -Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Pasuruan melakukan audiensi dengan Jajaran Pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) II B Pasuruan.
Ditemui langsung oleh Kepala Lapas II B Pasuruan Wahyu Indarto, Amd.IP, SH, MM. Tim Lakpesdam NU Kota Pasuruan yang dipimpin langsung oleh ketuanya M. Iskandar Zulkarnain menjalin komunikasi konstruktif untuk mensinergikan khidmad perjuangan Nahdlatul Ulama dalam membangun sumber daya manusia yang nasional dan religius.
Bertempat di ruang kepala Lapas, Tim Lakpesdam NU Kota Pasuruan melakukan diskusi dan menggali informasi tentang manajemen Lembaga Pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan pada warga binaan.
Kepala Lapas II B Pasuruan Wahyu Indarto menjelaskan tentang strategi Lapas Pasuruan dalam membangun sumberdaya manusia warga binaannya. Dirinya menjelaskan tentang strategi kearifan lokal yang dibangun Lapas guna menciptakan warga binaan yang beriman dan bertaqwa.
“Kami mempunyai program unggulan yang terinspirasi dari kearifan lokal. Kami membentuk pondok pesantren Lapas Darut Taubah. Alhamdulillah tiap tahap ada sekitar 40-50 warga binaan yang ikut menjadi santri program pondok pesantren lapas Darut Taubah,” jelasnya.
Sejauh ini pondok pesantren yang berada di dalam Lapas Pasuruan tersebut sudah masuk angkatan ke 11. Tiap tahunnya Ponpes Darut Taubah meluluskan dua angkatan.
Waskito B.D Kasi pembinaan Lapas Pasuruan menjelaskan bahwa program pesantren Lapas Darut Taubah bekerja sama dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS), Jamaah Pengajian Al-Wafa, MUI serta Kementrian Agama untuk menyiapkan kurikulum dan pengajarnya.
Sementara itu Lakpesdam NU Kota Pasuruan mengapresiasi atas upaya manajemen Lapas II B Pasuruan yang melakukan program kreatif berbasis kearifan lokal. Program Pesantren Lapas disebut sebagai langkah genuine dalam membangun akhlak warga binaan.
“Kami Apresiasi langkah Lapas IIB Pasuruan dalam mewujudkan SDM warga binaan sehingga ketika lulus mereka punya bekal agama yang baik. Kedepan kita perlu bersinergi dalam rangka khidmad NU agar paham keislaman yang diajarkan tetap dalam bingkai Rahmatan Lil Alamin. Tetap dalam bingkai NKRI,” tandas Zulkarnain.
Lakpesdam NU Kota Pasuruan sendiri menurut Zulkarnain konsentrasi pada gerakan Islam inklusif dan penerapannya di beberapa sendi masyarakat termasuk di lingkup sosial lembaga Pemasyarakatan.
“Kita punya komitmen yang sama dengan Kalapas untuk membangun kultur islam inklusive di lingkungan Lapas Pasuruan, dalam rangka menutup celah kelompok islam radikal yang anti kebhinekaan dan NKRI masuk kedalam Lapas. Kami menyambut gembira langkah yang sudah banyak dilakukan Lapas IIB Pasuruan,” tambahnya.
Sebagai tambahan informasi bahwa Lapas II B Pasuruan saat ini dihuni oleh sekitar 561 warga binaan. Dari jumlah itu sekitar 400 adalah narapidana kasus narkotika.
“Informasi Ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah termasuk element civil society PCNU Kota Pasuruan agar Narkoba ini dapat kita bersihkan dari bumi kota santri Pasuruan,” tegasnya.
Kedepan Lakpesdam NU Kota Pasuruan akan melakukan beberapa kajian dan mendorong MoU lebih lanjut dengan Lapas IIB Pasuruan guna mendukung pengembangan sumberdaya manusia warga binaan. (ajo/gus).

















