Laporan : Moch Wildanov, dari Probolinggo
Probolinggo, Kabarpas.com – Di saat siswa-siswi dan orang tua sibuk mencari, bahkan harus menyisihkan uang lebih untuk membeli kuota internet agar bisa belajar daring di massa pandemi Covid – 19, namun permasalahan itu tidak dirasakan oleh 4 siswi di Kota Probolinggo ini.
Empat siswi bahkan masih ada ikatan saudara ini tidak merasakan sulitnya membeli kuota internet, karena mereka kreatif berwiraswasta dengan berjualan kopi.
Mereka adalah Atiko Izza Hariani, Krista Bella Yolanda, Kayla Pamista dan Angelina yang kompak berjualan kopi di area musium Suroyo kota Probolinggo.
Memanfaatkan waktu luang dan belajar sistem daring dampak pandemi ini, mereka mencoba membuka warung kopi.
Bahkan, uang hasil jualan kopi ini mereka gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah dan terlebih untuk membeli kuota internet agar bisa mengikuti pelajaran daring dari lembaga sekolahnya.
Letaknya yang strategis, rasa kopi yang lumayan di lidah serta mereka berparas manis ini, membuat kedai kopinya selalu didatangi penikmat kopi.
“Berawal dari pandemi Covid -19, sekolah tatap muka ditiadakan. Sehingga kami mencoba cari uang sendiri,” kata Atiko Izza Hariani kepada Kabarpas.com, Sabtu (5/9/2020) .
Selain bermanfaat mengisi waktu luang, berjualan kopi juga bisa menjadi sarana refreshing.
Buka mulai siang, sampai jelang malam. Agar tidak jenuh selama berada di rumah. Kedai kopi besutan siswi kreatif inipun, menerapkan protokol kesehatan.
“Kalau pas sepi kita bisa mengerjakan tugas, atau bisa bergantian ngerjakan tugas,” tambahnya.
Salah satu pelanggan kopi, Zainal Arifin, mengatakan dirinya kagum dan bangga dengan kreatifitas dan usaha 4 siswi ini.
“Salut, saya dengar dua di antara dari penjual kopi ini ada yang dipercaya menjadi pelatih pengibar bendera, dan satunya masuk 10 besar di sekolahnya,” pungkas Arif. (wil/gus).

















