Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan ยท 12 Jun 2021

Wagub Jatim Emil Dardak : AMSI Bisa Jadi Sumber Big Data Terbesar


Wagub Jatim Emil Dardak : AMSI Bisa Jadi Sumber Big Data Terbesar Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan banyak perubahan pola terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

Masa depan memungkinkan setiap orang bisa bekerja di mana dan kapan saja. Setiap orang juga bisa membangun tangga karir sendiri. Organisasi menjadi semakin ramping, kerja lebih situasional.

“Masa depan adalah impact seberapa kita sudah menjadi resume bagi kita sendiri,” terang Emil saat mengisi Seminar Nasional Smart City Creative Government Membangun Ekosistem Digital, Cettar Demi Pembangunan Jawa Timur persembahan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim secara luring di Hotel Royal Senyiur, Prigen, Pasuruan, Sabtu (12/6/2021).

Wagub menyebut, AMSI sebagai organisasi media siber memiliki pola yang mengarah pada masa depan. Egaliter, fleksibel, kontekstual.

“Mindset ini sudah melekat di AMSI maupun dunia jurnalisme,” tandasnya.

Lantas bagaimana agar media siber tetap tegak lurus pada kemampuan tersebut agar dapat membuat lompatan besar? Emil menegaskan, AMSI bisa mengambil peran dalam mewujudkan smart government dan smart society sebagai komponen dasar membentuk smart city.

“Smart society berbanding lurus dengan gaya hidup masyarakat. Semakin masyarakat embarrassing digital, maka semakin smart society nya,” jelas Emil.

Lebih lanjut ia menerangkan, aksi responsif merupakan salah satu dasar dari pelayanan Pemprov Jatim melalui jargon CETTAR (Cepat, Efektif, Efisien, Tanggap, Transaparan, Akuntabel dan Responsif).

Implementasi CETTAR ini melalui sistem yang terkoneksi secara digital. Masyarakat bisa menyampaikan aduan melalui Twitter maupun website. Itu karena, pemerintah provinsi ingin bekerja berdasarkan input dari masyarakat. Namun, kata Emil, aplikasi aduan saja ternyata tidak cukup membantu pemerintah mendengar permasalahan di bawah.

“Tapi itu aja nggak cukup, maka eksistensi dari media digital menjadi sangat penting,” tandasnya.

Menurut Emil, sumber big data terbesar ada pada AMSI.

“AMSI bisa menjadi sumber big data yang luar biasa,” kata Emil.

Karena dalam keseharian, AMSI dengan seluruh jejaring benar-benar menyentuh lapisan masyarakat. Baik AMSI Pusat maupun AMSI Jatim.

“Ini adalah sumber yang sangat-sangat luar biasa,” tambahnya.

Emil mengaku terkadang mendapat laporan informasi bukan dari bawah atau aduan di CETTAR. Namun justru dari berita media.

“Jadi kecepatan dan ketepatan pada sumber informasi ini luar biasa,” tutur Emil.

Media digital dinilai sebagai sensor paling efektif. Karena memiliki potensi big data yang bisa digali. Sehingga smart government tidak bisa lepas dari integrasi digital termasuk dengan ekosistem dari media online. (Dit/Mel).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Jibril Athar Rajendra, Putra Wali Kota Pasuruan Raih Juara Robotik di Ajang Internasional

30 September 2026 - 11:26

Pemkot Pasuruan Berangkatkan 28 Peserta Kontingen Porsadin ke Tingkat Jawa Timur

25 September 2026 - 17:06

Gowes Bareng, Mas Adi Tinjau Rusunawa Petahunan hingga Susuri Sungai Melihat Potensi Wilayah Perairan Kota Pasuruan

25 September 2026 - 11:11

Pemkot Pasuruan Luncurkan BERGEGAS, Gerakkan Kolaborasi Entaskan Anak Tidak Sekolah

17 September 2026 - 11:30

Dinsos Kota Pasuruan Jelaskan Mekanisme Bansos, Masyarakat Bisa Ajukan Usul dan Sanggah

16 September 2026 - 08:30

Ciptakan Rasa Nyaman dan Bersih, Penataan PKL Pasar Besar Berlanjut, Mayoritas Pedagang Sudah Bersedia Relokasi

15 September 2026 - 14:41

Trending di Berita Pasuruan