Sidoarjo, Kabarpas.com – Jenazah pilot dan kopilot pesawat latih TNI Angkatan Laut jenis Bonanza G-36 T-2503 yang jatuh di Selat Madura beberapa hari lalu, akhirnya dimakamkan berdampingan di Taman Makam warga TNI Angkatan Laut wilayah timur Juanda di Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
Dua penerbang tersebut yakni pilot Kapten Laut (Anumerta) Judistira Eka Permady dan kopilot Letnan Satu Laut (Anumerta) Dendy Kresna Bhakti. Pemakaman dilakukan sekitar pukul 10.25 wib. Jenazah keduanya tiba di area pemakaman di depan Kantor Desa Gisik Cemandi.
Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, Laksamana Muda Dwika Tjahja Setiawan bertindak sebagai irup.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono turut menghadiri prosesi pemakaman secara militer yang berlangsung di Taman Makam warga TNI AL, Juanda ini menyampaikan.
“Kita semuanya di sini turut kehilangan, merasa berduka cita dan belasungkawa atas meninggalnya dua putra terbaik TNI AL saat melaksanakan tugasnya untuk negara,” kata Yudo.
Kapten Laut ( Anumerta) Judistira Eka Permady meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 8 bulan. Sang istri juga nampak hadir di pemakaman tersebut. Ia pun tak kuasa menahan Isak tangis ketika jenazah sang suami dimasukkan ke liang lahat.
Sementara Dendy Kresna Bhakti, Kopilot Letnan Satu Laut (Anumerta) meninggalkan seorang istri dan satu anak. Kedua jenazah dimakamkan berdampingan.
“Kami selaku irup menyampaikan belasungkawa. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasinya,” kata Laksamana Muda Dwika Tjahja Setiawan, pada Jumat (09/9/2022).
Seperti diketahui, pesawat Bonanza itu dilaporkan hilang kontak di Selat Madura, tepatnya di perairan antara Bangkalan dan Gresik, pada Rabu (7/9/2022) pukul 08.55 lalu. Pesawat lepas landas dari Bandara Juanda dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub, Rabu, pukul 08.45. WIB.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono di Mabesal, menyampaikan Kamis (8/9/2022) pukul 10.00, pesawat itu ditemukan di kedalaman laut 14 meter. Jenazah keduanya masih duduk di kursi dan masih terikat seat belt. (Nei/Ida).

















