Sidoarjo, Kabarpas.com – SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo (Smamita) kedatangan Guest Teacher (Guru Tamu) dari Jepang, Terada Kosuke (22). Mahasiswa dari Universitas KEIO, Tokyo Jepang. Universitas Keio merupakan salah satu universitas swasta terbaik di Jepang. Kosuke akan menjadi Guest Teacher di Smamita selama enam bulan, dari bulan September 2022 hingga Februari 2023 mendatang.
Pada kegiatan tersebut, Guest Teacher disambut dengan tarian Tradisional oleh siswa dan memberikan kalung berupa Syall dan Udeng Pacul Gowang Khas Sidoarjo oleh Kepala Sekolah Smamita, Edwin Yogi L.
Dalam sambutannya Edwin Yogi merasa bangga Smamita menjadi salah satu sekolah dengan Guest Teacher dari Jepang.
“Saya sangat merasa bangga, Smamita terpilih menjadi sekolah yang bekerjasama dengan Universitas KEIO, hal tersebut tentunya juga mampu menambah wawasan para siswa tentang kultur pendidikan di Negara Jepang dan mampu berkolaborasi ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Kosuke, guest teacher menjelaskan jika dia sangat senang berada di Smamita. Selain para siswa dan gurunya sangat ramah juga kultur di sekolah ini berbeda tentunya.
“Saya sangat senang saat disambut dengan sangat meriah oleh kepala sekolah, guru dan banyak siswa. Mereka sangat ramah sekali dan hal tersebut sangat berbeda sekali saat berada disekolah Jepang,” jelasnya.
Kosuke menambahkan jika ada tamu asing yang datang ke sekolah, tamu itu hanya bisa disambut satu kelas saja dan hanya berada diruang kepala sekolah. Selain itu, pengalaman baru juga di dapat Kosuke terutama kuliner di Indonesia yang membuatnya merasa nyaman berada di Sidoarjo.
Sementara Andri Dwi, Guru Bahasa Jepang mengajak Kosuke untuk masuk di salah satu kelas X IPA 5 dan berbagi informasi serta berinteraksi langsung dengan para siswa di kelas.
“Antusias dan semangat anak- anak saat kedatangan guest teacher dari Jepang disambut dengan penuh semangat. Pasalnya, banyak hal baru yang bisa mereka pelajari mulai dari bahasa kebiasaan, kultur budaya dan tentunya makanan khas Jepang. Tak hanya itu mereka juga berkesempatan berkomunikasi secara langsung dan mempraktekkan bahasa Jepang dengan guest teacher selama enam bulan,” katanya.
Selama enam bulan kedepan, kami berharap bisa berkolaborasi bersama dengan guest teacher dengan ilmu baru yang tentunya sangat bermanfaat untuk para siswa.
“Nantinya, Kosuke juga akan mengajarkan kepada siswa khususnya laki – laki tarian asli Jepang, yakni Tarian Soran Bushi. Tarian tradisional menggambarkan perjuangan nelayan dalam menjalankan pekerjaan nya dan sebagai bentuk penghormatan kepada para nelayan atas jasanya yang berguna bagi masyarakat jepang. Tarian ini menggunakan gerakan kaki, sehingga hanya bisa diperankan oleh laki – laki saja serta tak lupa juga mengenalkan makanan khas Jepang seperti sushi, okonomiyaki dan onigiri” pungkasnya. (Nei/Gus).

















