Sidoarjo, Kabarpas.com – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali membangun rumah pompa baru di titik rawan banjir. Ada lima rumah pompa yang dibangun.
Yaitu, rumah pompa di kawasan Mall Lippo Plaza, rumah pompa di Desa Banjarasri, di Desa Banjarpanji, di Desa Kedungbanteng, dan rumah pompa di wilayah Desa Penatarsewu. Ada pun,
dari Dinas PU Bina Marga dan SDA, Sidoarjo menyiagakan 30 pompa portable.
Rumah pompa baru tersebut, masih dalam proses dibangun di depan Lippo Plaza, memiliki kapasitas penyedotan 200 liter/detik. Kekuatan itu, sama dengan pompa sebelumnya.
“Kapasitasnya sama dengan pompa sebelumnya. Yaitu, 200 liter/detik,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini.
Penambahan dilakukan agar mempercepat penanganan genangan air yang kadang terjadi di titik rawan banjir. Seperti, Jalan Raya Jati, sekitar depan Mall Lippo tersebut, sewaktu turun hujan lebat, akan segera surut kurang dari 30 menit dengan 2 unit pompa, nantinya.
Menurut Gus Muhdlor, arus lalu lintas di Jalan Raya Jati padat, khususnya di sore hari. Kondisi jalan akan semakin krodit, jika terjadi genangan air. Oleh itu, penambahan rumah pompa Sidoarjo Kota, akan menjadi skala prioritas.
“Jalan Raya Jati ini termasuk vital. Ini, jalur utama menuju Sidoarjo Barat, dan sebaliknya dari Barat menuju ke Jalan Tol dan masuk Kota,” ujarnya.
“Penambahan pompa diharapkan dapat mempercepat penyedotan, agar arus lalu lintas tidak sampai berhenti. Jangan lagi kendaraan tak bisa lewat karena ada genangan air yang biasanya di bawah Jalan Tol, depan Lippo,” imbuhnya.
Sementara, untuk pembangunan rumah pompa baru lain, sebagai antisipasi banjir rob, di empat desa wilayah Kecamatan Tanggulangin. Yang di mana terjadi hujan deras, dan disertai air laut itu pasang, maka sangat berpotensi banjir rob.
“Selain menambah unit pompa, dinas terkait (Dinas PU Bina Marga dan SDA, Red) juga saya minta normalisasi saluran,” katanya.
Kabid Irigasi dan Pematusan Dinas PU Bina Marga dan SDA, Rizal Asnan menyampaikan, 30 unit pompa pompa portable dan sebagian ada di antaranya, untuk penanganan genangan air yang ada di luar titik pompa.
Ia menambahkan, 30 unit pompa yang disiagakan itu lokasinya tersebar yaitu, 4 unit di Dam Banjarpanji, 3 unit di Dam Kedungbanteng, 3 unit di Dam Banjarasri, 3 unit pintu air Muafa Penatarsewu, 3 unit di Lapindo Desa Banjarasri, 2 unit Belakang Balai Desa Banjarpanji, 1 unit Jembatan besi Kedungbanteng, 1 unit Lapindo Desa Kedungboto, 1 unit di Desa Candipari, 2 unit di Mall Lippo Plaza.
“Sementara tujuh unit, yang standby di Workshop Dinas PU Bina Marga dan SDA,” ujarnya.
“Yang sering terjadi genangan biasanya di kawasan perumahan dan pemukiman penduduk. Jadi sudah kita antisipasi dengan menyiapkan pompa portable sebanyak tujuh unit,” pungkas Rizal. (eko/ida).

















