Sidoarjo, Kabarpas.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sidoarjo terus mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Kini, aktivasi sudah mulai menyasar para siswa dan guru.
Proses aktivasi tersebut dilakukan bertahap. Sebelumnya, aktivasi dilakukan bagi para ASN, non ASN, perangkat desa. Kini, bertahap dilakukan ke siswa dan guru mereka.
Proses aktivasi tersebut digelar sekaligus pada program jemput bola perekaman dan penerbitan KTP ke sekolah-sekolah. Sasarannya, satu minggu bisa jemput bola ke satu sekolah, salah satunya di di SMAN 4 Sidoarjo pekan lalu.
Kepala SMAN 4 Sidoarjo Imam Jawahir menyebut perekaman KTP hingga pengaktifan IKD dilakukan selama dua hari. Dalam satu hari sekitar 300 siswa dan guru yang telah melakukan rekam KTP.
“Selain perekaman, program tersebut juga memfasilitasi penggantian KTP yang rusak atau hilang,” katanya saat dihubungi.
Imam menyebut program tersebut sangat membantu siswa. Apalagi yang belum 17 tahun juga boleh melakukannya perekaman lebih awal.
Kepala Disdukcapil Sidoarjo Redy Kusuma mengatakan pengaktifan IKD dilakukan bertahap. Sehingga antrean tidak langsung membeludak. Sebab, aktivasi harus dilakukan langsung oleh petugas.
Momentum perekaman di sekolah sekaligus dimanfaatkan untuk aktivasi. Redy menyebut program jemput bola di sekolah rutin dilakukan setiap minggu.
“Sekali perekaman bisa sekitar 300 siswa. Targetnya, seluruh siswa berusia 17 tahun di Sidoarjo yang belum memiliki KTP bisa melakukan perekaman KTP,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku terus menerus melakukan hal itu sampai siswa yang berumur 17 tahun di Sidoarjo sudah melakukan rekam KTP secara keseluruhan.
“Fokusnya saat ini masih perekaman KTP pada SMK / SMA. Kalau untuk perekaman kartu Identitas anak (KIA) kami jemput bola saat ke desa-desa termasuk di Kecamatan,” pungkasnya. (ar/ian).
















