Trenggalek, kabarpas.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin secara resmi membuka Kejuaraan Tenis Junior Wilayah II Jawa Timur di lapangan tenis indoor Jwalita Trenggalek, Minggu (1/7/2023).
“Saya ucapkan selamat bertanding bagi para peserta turnamen ini,”kata Mas Ipin, sapaan akrabnya kepada kabarpas.com.
Mas Ipin mengapresiasi salah satu atlet Trenggalek yang ikut turnamen ini meraih medali emas di Unesa.
“Peserta di Trenggalek paling banyak jika dibandingkan tuan rumah daerah lain. Jadi kita patut bangga,” ucapnya.
Ditambahkan Mas Ipin, pembinaan diusia muda terus digalakkan dan Pelti sudah pasti punya rencana.
“Terbukti atletnya yang berusia 10 tahun bisa berprestasi di luar. Jadi tidak sekedar jago kandang,” tandasnya.
Orang nomer satu Trenggalek ini berharap agar para petenis Trenggalek yang tampil di KU 10, 12, 14 dan 16 bisa tampil hingga final. “Kita lihat saja dari semua KU tersebut yang masuk final ada atlet Trenggalek apa tidak, ” tandasnya.
Selanjutnya, dia menegaskan jika sebentar lagi ada kejuaraan di tingkat provinsi kemudian kejuaraan nasional.” Kalau di Trenggalek banyak yang berprestasi kita beranilah ambil yang provinsi agar para atlet bisa semakin meroketkan prestasinya, ” tukasnya.
Sementata itu, di tempat yang sama, Ketua Bidang Pertandingan Pengprov Pelti Jatim, Gatot Santoso menegaskan, salah satu alasan ditunjuknya Trenggalek sebagai tuan rumah salah satunya adalah kepengurusan Pengcab Pelti Trenggalek baru dilantik. Sehinga bisa jadi pembelajaran bagi para pengurus melaksanalan even atau pertandingan. ” Jika nanti berhasil di tingkat karesidenan nanti bisa naik ke tingkat provinsi, ” ungkapnya.
Gatot menyebut, jika nanti naik ketingkat provinsi namanya Kejurprov. Pesertanya adalah seluruh provinsi. ” Wilayah provinsi ini juara 1 dan 2 dikejurwil umur 10 – 16 tahun diundang di kejurprov. Jadi itu adalah tingakatan untuk melaksanakan even. Jadi kalau Pencab Trenggalek berhasil ditingat provinsi nanti naik ditingkat nasional atau Tenis Diakui Pelti (TDP),” tegasnya.
Sedangkan kabupaten yang ditunjuk selain Trenggalek, lanjut Gatot ialah Korwil I Lamongan, Korwil II Trenggalek, Korwil III Madiun, Korwil IV Kota Batu, Korwil V Kota Probolinggo dan Korwil VI Bangkalan Madura.
Gatot mengakui dirinya sangat puas dengan kehadiran Bupati yang ikut hadir pada acara pembukaan turnamen. Tak terkecuali keterlibatan Pemkab dalam cabor tenis dan sangat eksis sekali. “Kalau di daerah lain unsur Panpelnya tidak dari Pemkab,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Panpel turnamen, Edi Supriyanto mengakui jika dibandingkan dengan cabang olah raga lain, untuk tenis memang kurang regenerasi. Sehingga, melalui even seperti ini paling tidak bisa menjadi penyemangat untuk bisa menumbuhkembangkan tenis di Trenggalek. ” Nanti kami akan menyusun strategi bagaimana ini paling tidak dikenal dulu, disayang agar olah raga ini bisa banyak peminatnya. Minimal melalui jalur akademis kita memperkenalkan. Dulu pernah dilakukan tapi tidak optimal. Nanti kita akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, ” tutupnya (ags).

















