By : Fittriyah
Tak sempatku berpamitan
Tak sempatku menyapamu dengan sempurna
Tak sempatku penuhi keinginanmu
Tak sempatku ucap maaf
Ayah…..
Putrimu berhati keras karena tak ingin tersentuh
Tak ingin pedang yang menusuk di setiap tubuhnya terlihat olehmu
Walau kadang ia membutuhkanmu hanya untuk sekedar mengusap darah yang terkucur pada tubuhnya.
Namun ia hanya mampu mengatakan “Aku lelah”.
Ayah..
Tanpamu dunia semakin gelap
Ku kira tanpamu aku kuat..
Ternyata tak hanya pedang yang menusuk hingga berdarah.
Akan tetapi, Aku hampir jatuh dalam jurang.
Sesak..dan sakit.
Namun Ayah..
Tangga jurang yang kudaki sekarang semakin terlihat cahayanya.
Walau pernah rasanya aku mati.
Namun, kini dengan sujud kumampu tersenyum.
Ayah..
Sang ilahi robbi menolongku berulang kali.
Aku hanya ingin bercerita kepadamu.
Bahwa aku Ada.
_________________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.

















