Reporter: Arie Dwi Indarto
Editor: Ian Arieshandy
Madiun, Kabarpas.com – Puluhan dosen dan tenaga pendidik Politeknik Negeri Madiun melakukan aksi damai yang digelar di Halaman Kampus Poltek Madiun.
Para dosen dan tenaga pendidik dari 35 perguruan tinggi yang tergabung dalam Ikatan Lintas Pegawai (ILP), Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) Se-Indonesia secara serempak menggelar aksi damai menuntut kepada pemerintah agar dilakukan peralihan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) PTNB menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Para dosen dan tendik dari PTNB mengaspirasikan suara mereka untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil namun hingga kini belum mendapatkan kejelasan.
“Sebagai pegawai kami telah mengabdi lebih dari satu dekade, tetapi status kami masih digantung,” ucap Muhammad Supriyanto, Dosen sekaligus Ketua ILP PNM.
Sejak tahun 2009 – 2014, pemerintah mencatat telah menambah 36 Perguruan Tinggi Negeri sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan tinggi di berbagai wilayah. Beberapa kampus ini merupakan pendirian baru, sementara lainnya berasal dari perubahan status perguruan tinggi swasta yang sebelumnya dikelola oleh yayasan atau pemerintah daerah.
Dalam aksinya, para peserta menolak perpanjangan status PPPK tanpa kejelasan arah. Mereka meminta adanya diskresi khusus dari Presiden untuk menetapkan SDM yang tercatat dalam BAST sebagai PNS melalui Keputusan Presiden (Keppres).
‘Kami bukan pegawai baru. Kami telah ada sejak sebelum kampus ini menjadi negeri,” terangnya.
“Sebenarnya kami ini bagian dari sejarah, tapi hak kami terus diabaikan. Melalui Aksi ini diharapkan mampu menggugah perhatian pemerintah agar memberikan keadilan dan pengakuan penuh kepada para dosen dan tendik PTNB, kami hanya ingin diakui sebagai abdi negara yang utuh, bukan setengah-setengah,” tambah Muhammad Supriyanto, yang juga pegawai senior PNM.(Ar/Ian).

















