Oleh: Nasuri, S.Sos.I
Ketua ZISWAF Yayasan Sanggar Baca Jendela Dunia (YSBJD) – Ciputat
KABARPAS.COM – DI sebuah taman yang tenang, lebah-lebah kecil terbang dari bunga ke bunga. Mereka tak pernah mengambil lebih dari yang dibutuhkan, dan selalu meninggalkan sesuatu yang berharga—serbuk sari yang membuat bunga tumbuh dan mekar. Dalam setiap hiruk-pikuk sayap mereka, tersimpan rahasia tentang arti memberi: mengambil sedikit, memberi yang banyak.
Lebah tidak bersuara lantang, tapi dunia mendengarnya lewat madu yang manis dan bunga yang mekar. Mereka bekerja diam-diam, tak mencari sorotan, tapi hasilnya tak bisa diabaikan. Seperti itulah keinginan untuk berbagi—bukan soal seberapa besar yang kita miliki, tapi seberapa ikhlas kita menyebarkannya.
Di dalam sarangnya, lebah tak hidup sendiri. Mereka saling menguatkan, saling memberi peran, dan bersama-sama membangun rumah dari kerja keras dan kebersamaan. Berbagi bukan hanya tentang memberi, tapi juga tentang mempercayai bahwa kebaikan akan kembali dalam bentuk yang tak terduga.
Saat lebah meninggalkan jejaknya di bunga, ia tak pernah tahu bunga mana yang akan tumbuh paling indah. Tapi ia tetap terbang, tetap memberi. Begitu pula kita—saat berbagi ide, waktu, atau senyum, kita tak pernah tahu siapa yang akan paling terbantu. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti.
Karena seperti lebah yang terus terbang meski kecil dan rapuh, kita pun bisa menjadi sumber manis di dunia yang kadang terasa pahit. Dengan memberi, kita tidak kehilangan. Kita justru menciptakan—seperti lebah menciptakan madu dari perjalanan sederhana di antara kelopak bunga.
Semangat lebah yang tak pernah letih untuk berbagi, semoga senantiasa menghinggapi hati kita untuk tetap menebar kebaikan di Yayasan Sanggar Baca Jendela Dunia. Di sini, di tempat ini kita percaya. Akan lahir generasi hebat untuk masa depan Indonesia. Semoga Allah akan mempertemukan kita di surga sebagaimana Ia mempertemukan kita di jalan kebaikan. (***)

















