Senin, 26 Mei 2025 – 09.12 | 1022 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Kepala Desa se-Kecamatan Tanggul menemui Bupati Fawait pada sesi terakhir di hari pertama kegiatan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa Kelurahan) di ruang pertemuan Kebun Zeelandia.
Satu-persatu kades, mulai dari Kades Tanggul Kulon, Klatakan, Manggisan, Patemon, dan Kramat Sukoharjo menyampaikan langsung usulan dan permasalahan yang ada di desa kepada bupati.
Kades Klatakan, Ali Wafa menyampaikan bahwa mayoritas kades menginginkan adanya pembangunan infrastruktur yang disupport dari anggaran Pemkab Jember.
“Pertama, Kades Tanggul Kulon itu minta lampu penerangan, PJU. Kedua, minta tanah Pemkab yang ada di Tanggul Kulon agar tidak kumuh lebih baik dimanfaatkan atau dialihkan untuk kegiatan misalnya seperti dapur sehat. Ketiga, masalah sopir ambulan yang belum digaji sama Pemkab,” ujarnya.
Selain itu, imbuh Ali Wafa, Kades Kramat Sukoharjo mengusulkan jalan aspal dan PJU. Aspal yang diminta kurang lebih panjangnya sekitar 6km dari Zeelandia ke Kramat Sukoharjo. Sedangkan, Kades Manggisan meminta pembangunan jembatan menuju Antrokan.
Khusus Ali Wafa, dia meminta berdirinya penerangan jalan dari Karya Budi sampai ke Sidomekar, dan aspal dari Semeru ke batas-batas desa sampai ke persawahan sekitar 3km.
“Saya juga minta aspal di daerah Penggungan sekitar 3km atau 2km,” tuturnya.
Ali Wafa menyebut, adanya PJU di daerah Penggungan sangat diperlukan sebab menyangkut kondisi Kamtibmas di wilayah tersebut.
“Penting ini dulu lah (PJU). Di Penggungan PJU sangat diperlukan, kalau aspal penting gak penting ya, tapi kalau PJU sangat penting. Karena apa, sepanjang saya menjadi kades ada kejadian 3 atau 4 kali terkait penjambretan, kemudian pembegalan,” tandasnya.
Permintaan para kades disambut dengan tangan terbuka oleh bupati. Harapan yang disematkan kini tinggal menunggu realisasi setelah Bupati Fawait menyanggupi dan menyelesaikan secara perlahan.
“Jawaban Pak bupati menyanggupi, karena sudah ada kadisnya (kepala dinas). Barusan ditemukan dengan kadisnya dari PJU, ada Bina Marga, ada Dinsos, ada Dinas Kesehatan, juga ada Sekda dan menyanggupi perlahan-lahan tapi pasti,” ujar Ali Wafa.
Sementara, Bupati Fawait mengatakan, pertemuan dengan para kades dalam agenda Bunga Desaku sebelumnya sudah terjadwal. Hal itu dilakukan untuk menyerap aspirasi dan menginventarisir apa-apa yang ada di desa tersebut.
“Bunga Desaku adalah sarana menyerap aspirasi masyarakat. Kades saya hadirkan untuk kita mendengarkan apa keluhan masalah dan usulan dari kades,” tuturnya.
Dalam momen itu, bupati ditemani oleh seluruh Kepala OPD Pemkab Jember. Bupati mencoba menyambungkan langsung keluhan usulan dari kades agar segera ditindaklanjuti oleh Kepala OPD.
Satu-satu kepala dinas dipanggil saat kades menyampaikan aspirasinya. Mereka, diminta untuk segera berkoordinasi dengan kades.
“Tadi kades mengusulkan jalan, langsung Kadis PU Bina Marga kita panggil. Kades usulkan beasiswa, Kadis Pendidikan kita panggil. Ada kades usulkan PJU Kadis Cipta Karya kita panggil.
Inilah manfaat dari Bunga Desaku. Sehingga nanti Bunga Desaku, entah sebulan sekali dilaksanakan, sehingga masyarakat bisa ketemu dengan kami menyuarakan apa yang menjadi aspirasi mereka. Kades pun bisa bertemu dengan kami dan tidak perlu waktu lama untuk ketemu kepala dinas. Tadi kita panggil satu-satu di sini, ” urai bupati membanggakan programnya. (dan/ian).

















