Rabu, 11 Juni 2025 – 12.27 | 906 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Dampak signifikan dari layanan pengaduan Wadul Gus’e yang diluncurkan Bupati Fawait kini telah dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang.
Seperti yang dituturkan Muasid, warga Dusun Ledok Desa Sidomukti yang sempat mengeluhkan padamnya lampu PJU di sejumlah titik di desanya.
Muasid tidak tinggal diam, ia mencoba menghubungi layanan Wadul Gus’e via whatsapp.
Dalam laporannya, dia menjelaskan bahwa lampu PJU sudah beberapa bulan tidak menyala.
“Ini sudah lebih dari satu bulan mas lampu jalan ini padam, warga yang mau melintas agak takut mas,” ujar Muasid kepada wartawan.
Mendapat aduan warga, operator Wadul Gus’e langsung melakukan tindak lanjut dengan mendisposisi gangguan ke instansi terkait, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.
Sementara itu, Kepala Desa Sidomukti Sunardi Hadi menyampaikan PJU di Dusun Ledok yang berada di sekitar kantor desa ada 6 titik yang padam dan 2 titik yang redup.
Hal ini tentu saja mengganggu mobilitas warga yang melintasi jalur utama desa tersebut.
“Ini akses jalan utama masyarakat mas, sehingga menyebabkan jalan poros utama di wilayah ini gelap dan juga berkaitan dengan keamanan serta kelancaran,” ungkap Sunardi.
Atas gerak cepat Wadul Gus’e, Sunardi mengucapkan banyak terimakasih terhadap salah satu program unggulan Bupati Jember ini, sehingga warganya dapat beraktivitas kembali disaat malam.
“Kami dan warga desa Sidomukti mengucapkan banyak terima kasih terhadap Bupati Jember Gus Fawait, karena melalui Wadul Gus’e, warga kami bisa kembali beraktivitas dijalan yang sudah terang kembali,” pungkasnya. (dan/ian).

















