Surabaya, Kabarpas.com — DPRD Kabupaten Pasuruan bersama Kabarpas.com menggelar acara talk show lebih dekat Dulur Parlemen melalui program spesial JaWaRa (Jagongan Wakil Rakyat) dengan tema “Dari Entrepreneur Lokal Menuju Nasional”. Acara ini berlangsung di Mie SS Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu, 3 Agustus 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kabarpas.com ini dihadiri oleh berbagai unsur dari akademisi, pemerintah, asosiasi, serta praktisi bisnis, dan menjadi langkah nyata dalam membangun sinergi lintas sektor demi memperkuat iklim kewirausahaan di Kabupaten Pasuruan.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara hybrid dan live di channel youtube Kabarpastv ini, turut dihadiri pimpinan DPRD Pasuruan yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Dr. (cand) Adinda Denisa, S.Psi., M.M. yang juga Alumni Magister Manajemen Universitas Ciputra. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai elemen bangsa untuk membangun ekosistem yang mapan.
“Membangun ekosistem tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keterlibatan semua pihak: pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media. Hanya dengan bergerak bersama, kita bisa membentuk ekosistem yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Adinda Denisa.
Dari unsur praktisi dan akademisi, hadir Dr. Eric Harianto, S.T., M.M., CIHCM, CIPA, CMC, CCD, GA, yang juga menjabat sebagai Komite Tetap Ekspor Kadin Jatim dan Mentor di Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Dalam paparannya, Dr. Eric menekankan pentingnya menanamkan nilai integritas dalam proses pembentukan ekosistem kewirausahaan.
“Ekosistem yang sehat harus dilandasi integritas dan nasionalisme. Entrepreneur tidak cukup hanya berpikir sukses secara pribadi, tapi harus mampu membawa dampak bagi komunitas di sekitarnya. Inilah wirausaha mapan yang sesungguhnya,” jelas Dosen Universitas Ciputra Surabaya tersebut.
Sementara itu, dari unsur asosiasi, hadir Dedi Setiawan, Ketua Pasuruan Inspiratif, yang menyoroti pentingnya nilai (value) dan ketulusan dalam membangun bisnis, terutama di wilayah yang masih membutuhkan penguatan kapasitas wirausaha.
“Membangun bisnis itu harus berangkat dari value. Kita perlu hadir dengan ketulusan dan semangat memberi dampak sosial. Di Kabupaten Pasuruan, banyak entrepreneur yang masih memerlukan pendampingan dan pembibitan mindset secara intensif agar mereka benar-benar siap bersaing,” ungkap Dedi.
Acara ini menjadi momentum awal kolaboratif lintas sektor dalam membentuk ekosistem pentahelix — yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media — demi menciptakan entrepreneur mapan yang berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Untuk sekadar diketahui, acara ini juga dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris BPC HIPMI Kota dan Kabupaten Pasuruan, Ketua dan Sekretaris IPNU-IPPNU Bangil dan Kabupaten Pasuruan, Ketua GP Ansor Kota Pasuruan, sejumlah entrepreneur lokal dan perwakilan mahasiswa dari kampus terkemuka di wilayah Pasuruan Raya. (ajo/ian).

















