Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 7 Agu 2025

Pemkab Jember Kebut Pencairan Insentif Guru Ngaji, Bupati: Jangan Sampai Mereka Antre Lagi


Pemkab Jember Kebut Pencairan Insentif Guru Ngaji, Bupati: Jangan Sampai Mereka Antre Lagi Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Bukan sekadar janji manis masa kampanye. Lima bulan pasca dilantik, Bupati Muhammad Fawait bergerak cepat menyelesaikan program insentif kepada 22.000 guru ngaji di Jember.

Melalui program tersebut, Fawait menunjukkan tidak hanya membangun fondasi fisik melalui infrastruktur. Ia juga menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan sendi keagamaan.

Dari data 248 desa dan kelurahan pertanggal 5 Agustus 2025, Pemkab Jember setidaknya sudah menyaring lebih dari 20 ribu pengajuan.

“Kami menerima total 24.506 data guru ngaji hasil musyawarah desa dan kelurahan,” ucap Kabag Kesehatan Rakyat, Nurul Hafid Yasin.

Over kapasitas, sejumlah guru ngaji tersebut akan disaring kembali lewat administrasi dan uji kelayakan. Hasilnya mulai berkurang, terdapat 462 orang tidak memenuhi syarat karena beberapa sebab seperti pindah, meninggal dunia, dan jumlah santri kurang dari 10 orang.

Proses verifikasi awal menyisakan 24.044 orang. Mengingat kuota penerima insentif hanya 22 ribu, maka akan dilanjutkan tahap validasi melalui data NIK dengan Disdukcapil setempat.

“Setelah padan dat selesai, minggu kedua Agustus kami akan turunkan kembali data tersebut ke desa dalam proses uji publik selama tiga hari. Jika tidak ada sanggahan, maka akan dilanjutkan dengan verifikasi administrasi dan pembukaan rekening Bank Jatim,” kara Hafid.

Program pemberian insentif guru ngaji mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2024 jumlah penerimanya sekitar 19 ribu orang, maka tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah yakni 22 ribu orang.

Program ini kata Bupati Fawait, merupakan bentuk penghormatan dari pemerintah kepada guru-guru ngaji yang berperan penting membangun akhlak generasi bangsa.

“Ini adalah bentuk keseriusan kami menjadikan guru ngaji sebagai mitra strategis dalam membangun Jember dari sisi spiritual dan akhlak. Kita ingin guru ngaji sejahtera, agar mereka semakin semangat membina generasi muda kita,” ujar bupati.

Bupati menegaskan, bahwa guru ngaji adalah sosok yang wajib dihormati dan dimuliakan. Untuk itu, ia tidak mau lagi seperti era sebelumnya memberikan insentif namun harus antre untuk menerima haknya.

Oleh sebab itu, bupati menginginkan skema pembayaran insentif tidak hanya dilakukan di bank tapi bisa dicairkan di setiap kantor desa, minimal di kantor kecamatan.

“Jangan sampai mereka harus mengantre untuk menerima haknya. Kita harus memuliakan mereka sebagaimana mereka telah memuliakan ilmu dan akhlak,” tandas bupati. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya

Jibril Athar Rajendra, Putra Wali Kota Pasuruan Raih Juara Robotik di Ajang Internasional

30 September 2026 - 11:26

ADV Mystery Ride, 30 Bikers Eksplorasi Gunung Kawi Bersama Honda ADV 160

30 September 2026 - 06:36

MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan melalui Pelatihan Emergency Response Team di Gudang Unit Malang

30 September 2026 - 06:33

Temui Bupati Fawait, Komisi D DPRD Jatim Bawa Kabar Perbaikan Jalan Provinsi Jember

29 September 2026 - 23:50

Di Balik Rp187,4 Miliar Revitalisasi Sekolah di Jember, Ada Ribuan Pekerja yang Kebagian Rezeki

29 September 2026 - 23:47

Baret Rescue Turunkan Tangki Air untuk Warga Jember yang Kekurangan Air Bersih

29 September 2026 - 14:04

Trending di KABAR NUSANTARA