Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 2 Nov 2025

Desa Semboro Rayakan Hari Wayang Sedunia dengan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk


Desa Semboro Rayakan Hari Wayang Sedunia dengan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia yang jatuh pada 7 November 2025, Pemerintah Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman balai desa setempat, Sabtu malam (1/11/2025).

Meski hujan turun sejak awal acara, antusiasme warga tak surut sedikit pun. Ratusan penonton tetap memadati area balai desa, lengkap dengan payung dan jas hujan, untuk menyaksikan penampilan para dalang yang tampil bergantian hingga dini hari.

Pagelaran ini menghadirkan sejumlah dalang ternama seperti Ki Inung Djatmiko dan Ki Wahyu Widodo, serta penampilan spesial dari dalang cilik berbakat Ki Wangga Bagus Wibowo, yang menjadi simbol regenerasi seni pedalangan di Kabupaten Jember. Suasana semakin semarak dengan penampilan Lawak Gandu Pentul dan sejumlah tari tradisional anak-anak Semboro yang tampil sebelum pertunjukan utama dimulai.

Kepala Desa Semboro, Antony mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam melestarikan warisan budaya yang telah diakui dunia.

“Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral, sosial, dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh perangkat desa dan warga ikut bergotong royong mempersiapkan kegiatan tersebut. Panggung, penerangan, serta area pertunjukan disiapkan dengan matang, termasuk berbagai hiburan rakyat dan doorprize menarik seperti seekor kambing untuk warga yang hadir.

Hujan deras yang mengguyur sejak awal acara tidak menghalangi warga untuk hadir. Mereka datang dari berbagai dusun di Semboro dan desa-desa sekitar. Beberapa penonton bahkan datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik di depan panggung.

Salah seorang warga, Makrus Ali mengaku senang bisa kembali menyaksikan wayang kulit secara langsung di desanya.

“Jarang ada pertunjukan seperti ini. Hujan pun tidak masalah, yang penting bisa nonton,” ujarnya sambil tersenyum.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Semboro ini bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat desa. Pemerintah desa berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan yang menumbuhkan apresiasi terhadap para seniman lokal.

Dengan mengusung tema “Sesaji Manunggaling Nirbita”, acara tersebut menjadi simbol penyatuan niat dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa.

Antony ingin menunjukkan, Semboro dikenal bukan hanya karena pertaniannya, tetapi juga karena semangat warganya dalam menjaga seni tradisional. Wayang adalah contoh jati diri bangsa yang harus terus hidup di tengah kemajuan zaman. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

Pedagang Pasar Tanjung Jember Terbelah, Gus Fawait Satukan Mereka di Pendopo

22 September 2026 - 16:34

Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026: Momentum Penguat Ekosistem Kopi Pasuruan Menuju Ajang Utama

22 September 2026 - 08:58

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

22 September 2026 - 08:49

Guru MI di Jember Diduga Nikahi Wali Murid Secara Siri, Prosesi Pernikahan Dipersoalkan

22 September 2026 - 08:45

Pesan Perempuan via Aplikasi, Mahasiswa Jember Malah Bertemu Pria di Hotel

21 September 2026 - 15:41

Datangi Polres Jember, Kuasa Hukum Yusuf Tagih Tindak Lanjut Rekomendasi Polda Jatim soal Laporan Dugaan Pemalsuan 

21 September 2026 - 15:37

Trending di KABAR NUSANTARA