Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Sidoarjo · 13 Mei 2020

Ada Pengeprasan Anggaran Akibat Covid-19, Plt Bupati Sidoarjo: Pembangunan RSUD  Tetap Dilaksanakan


Ada Pengeprasan Anggaran Akibat Covid-19, Plt Bupati Sidoarjo: Pembangunan RSUD  Tetap Dilaksanakan Perbesar

Reporter : Muhaimin

Editor : Yanuar Fahmi

 

 

Sidoarjo, Kabarpas.com – Proses Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo Barat yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Sidoarjo, khususnya warga yang berada di wilayah barat. Yang berlokasi di Kelurahan Tambak Kemerakan, yang sempat mandek kembali dibahas dalam rapat koordinasi antara Eksekutif (Pemda) dengan DPRD Sidoarjo. Selasa (12/5/2020).

Dalam rapat tersebut sedikit menemukan titik terang terkait kapan pelaksanaan pembangunan RSUD Sidoarjo Barat. Dan untuk kontruksi pembangunannya akan dimulai pada pertengahan bulan Oktober 2020.

Hal ini disampaikan oleh Dinas Perkim CKTR dengan menggunakan Manejemen Kontruksi (MK) saat Rapat kordinasi dengan DPRD Sidoarjo di Ruang Paripurna.

Anggaran yang akan digunakan dalam membangun Rumah Sakit tipe c itu sudah dianggarkan Rp 120 Miliar di APBD. Namun ada pengeprasan (pengalihan) anggaran untuk penanganan Covid-19, sehingga saat ini hanya tersedia Rp 72 Miliar.

“Meski anggaran tersisa 72 Miliar, pembanguan RSUD Sidoarjo barat harus tetap berjalan, anggaran segitu memang belum bisa tuntas, tapi konsep pembangunannya tahap pertama sudah bisa digunakan, entah itu berapa lantai terlebih dahulu. Nanti bisa disempurnakan pada tahun anggaran selanjutnya atau menggunaka PAK,” Kata Nur Ahmad Syaifuddin Plt. Bupati Sidoarjo saat ditemui di Rapat bersama DPRD Sidoarjo.

Setelah dikonfirmasi tentang kontrak dengan PT. SMI sebagai pengusung konsep KPBU, Cak Nur Ahmad sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Pemda sudah berkirim surat ke Menteri Keuangan bahwa Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat dengan skema KPBU tidak dapat dilaksanakan, karena sudah ditolak oleh Legislatif, dan diputuskan dengan menggunakan APBD.

“Setelah diputuskan DPRD Menggunakan APBD, Kami memang berniat bertemu langsung dengan Kementrian Keuangan, namun karena ada kendala covid-19, sehingga belum bisa terlaksana, akhirnya kami putuskan untuk berkirim surat. Soal progres pembangunan kurang memang iya, tapi kami putuskan pembangunan akan tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Kayan menjelaskan, bahwa rapat hari ini bersepakat RSUD Sidoarjo barat akan tetap dibangun meski tidak dapat diselesaikan secara keseluruhan.

“Pertengahan Oktober targetnya sudah mulai dibangun, kalau masalah ijin dan lain sebagainya, saya rasa tidak akan menjadi kendala, karena untuk hajat orang banyak. Prioritas utamanya adalah membangun fisik yang dapat diketahui oleh masyarakat bagian barat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Kayan menambahkan, DPRD Sidoarjo akan tetap mengawal dan mengawasi setiap progres pembangunan RSUD Sidoarjo Barat.

“Karena ini kebutuhan dari masyarakat sidoarjo khususnya di wilayah barat, maka dewan akan mengawal terus pembangunannya,” pungkas politisi yang juga ketua DPC Gerindra itu. (Mhm)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Tunjukkan Loyalitas dan Soliditas, 34.377 Bikers Honda Bersatu di HBD 2023

29 Oktober 2023 - 23:42

Ultah Kabarpas ke-9 Digelar di Hotel Luminor Sidoarjo, Simak Kemeriahannya

29 Oktober 2023 - 19:47

Cak Imin Sapa Ribuan Massa di Sidoarjo

15 Oktober 2023 - 12:43

Yel-yel Ganjar Siji Ganjar Kabeh Bergema di Seberang Acara Anies-Muhaimin

15 Oktober 2023 - 11:53

BHS Pastikan Bantuan Bedah Rumah di Sidoarjo Mulai Dikerjakan

14 Oktober 2023 - 18:12

Andri Chrystanto Sikapi Potensi Pasar Digital untuk Pedagang Tradisional

7 Oktober 2023 - 13:26

Trending di Kabar Sidoarjo