Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Probolinggo · 27 Sep 2016

Aktivitas Vulkanik Terus Meningkat, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup


Aktivitas Vulkanik Terus Meningkat, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Perbesar

Probolinggo (Kabarpas.com) – Pasca dinaikannya status Gunung Bromo dari level waspada menjadi siaga. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total kunjungan wisatawan yang akan ke kawah dan lautan pasir Bromo.

“Untuk mengatisipasi hal-hal yang tak diinginkan yaitu menyusul meningkatnya status Bromo dari level waspada ke siaga. Saat ini kami sudah mulai menutup seluruh kawasan yang ada di sekitar Gunung Bromo. Karena kawasan itu harus steril termasuk lautan pasir,” kata Kabid wilayah 1 TNBTS, Fariana Prabandari, Selasa (27/09/2016).

Sementara itu, terpisah Kepala pos pengamatan Gunung Bromo Probolinggo, Ahmad Subhan mengatakan, hingga kini aktivitas vulkanik kawah Gunung Bromo terus meningkat. Itu ditunjukkan dari dorongan magma dalam gunung yang berada di ketinggian 2.392 meter ini yang terus meningkat.

“Sementara dari yang kami ketahui terdapat dorongan energi baru dari dapur magma. Tentunya kondisi ini sangat membahayakan bagi para wisatawan maupun warga yang akan ke situ,” ujarnya kepada Kabarpas.com.

Selain itu, ia menceritakan bahwa pada tahun 2004 Gunung Bromo pernah meletus, hingga menyebabkan dua orang tewas. Korban tewas adalah wisatawan asal Singapura, yang tengah menikmati pemandangan di kawasan kawah gunung tersebut. Korban tewas akibat lontaran material vulkanik berupa batu dan kerikil panas. Karena saat itu, tinggi letusan abu panas mencapai 3 kilometer.

Seperti dikabarkan sebelumnya, status gunung bromo di Kabupaten Probolinggo, sejak Senin pagi dinaikkan levelnya dari waspada menjadi siaga. Perubahan status itu dilakukan karena aktifitas gempa tremor serta semburan material vulkanis menjadi meningkat signifikan. Kenaikan status ini turut memperluas radius aman, dari sebelumnya 1 km menjadi 2,5 kilometer dari titik erupsi. (sam/gus).

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Jelang Perayaan Nataru, Gubernur Koster Minta Pasokan BBM di Bali Aman

3 Desember 2019 - 10:28

Pemkab Probolinggo Siap Ekspor Bawang Merah ke Thailand

2 Agustus 2019 - 23:53

Pos PAUD Jambangan Kenalkan Rasa Kebersamaan pada Baduta

2 Agustus 2019 - 22:56

Tiga Gudep Sekolah di Probolinggo Didatangi Tim Lomba Gudep Unggul Jatim

2 Agustus 2019 - 22:02

Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Pendampingan DAK Fisik Pendidikan

29 April 2019 - 21:22

KPU Probolinggo Mulai Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019

29 April 2019 - 20:56

Trending di Kabar Probolinggo