Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Sidoarjo · 29 Agu 2022

Anomali Cuaca, Petani Garam di Sidoarjo Terpaksa Panen Lebih Awal


Anomali Cuaca, Petani Garam di Sidoarjo Terpaksa Panen Lebih Awal Perbesar

Sidoarjo, Kabarpas.com – Petani garam di Sidoarjo tahun ini terpaksa panen lebih awal. Pasalnya, itu dikarenakan cuaca yang tidak menentu dan intensitas hujan serta cuaca mendung yang mempengaruhi kualitas garam yang akan diproduksi.

Akibat anomali cuaca, berdampak pada kualitas garam yang tidak sebagus hasil panen tahun lalu. Namun ternyata tengkulak berani membelinya lebih mahal. Para petani garam memulai bekerja saat memasuki bulan kemarau di awal bulan Juni lalu dan memanennya di akhir bulan Agustus ini karena tidak ingin hasil garamnya rusak.

Asmuni, salah satu petani garam menjelaskan, jika musim kali ini diprediksi panen garam tidak akan sebagus sebelumnya. Selain itu, secara kuantitas garam yang dihasilkan juga diprediksi akan lebih sedikit dari tahun 2021.

“Lebih sedikit dari tahun lalu. Tahun lalu sekitar 1 juta ton, untuk musim ini bisa di bawah 1 juta ton, bahkan menurun hingga 30 persen dari total penen,” jelasnya.

Panen raya garam biasanya terjadi pada bulan ini. Namun karena cuaca yang terus mendung, panen raya terpaksa mundur.

Asmuni mengatakan, jika cuaca terus panas kemungkinan panen raya tahun ini akan dimulai pada pertengahan Agustus nyatanya tidak sesuai harapan.

“Suplai sudah agak menghawatirkan, semoga saja cukup dan cuaca akan baik. Kalau (waktu panennya) lama itu garamnya bagus, kasar-kasar atau besar-besar perbedaannya. Kalau harinya sedikit (garamnya) kurang kasar atau kurang bersih,” harapnya.

Dalam satu bulan, para petani biasanya memanen sebanyak 4 hingga 5 kali. Para petani dibayang – bayangi harga jual yang anjlok akibat kualitas garam yang menurun karena panen lebih awal.

Tahun lalu tengkulak membelinya dengan harga Rp 1.400 hingga Rp 1.500 per kilogram. Nyatanya diawal panen kali ini tengkulak berani membeli lebih tinggi yaitu Rp 1.600 per kilogram, pungkas Asmuni. (Nei/Ida).

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Tunjukkan Loyalitas dan Soliditas, 34.377 Bikers Honda Bersatu di HBD 2023

29 Oktober 2023 - 23:42

Ultah Kabarpas ke-9 Digelar di Hotel Luminor Sidoarjo, Simak Kemeriahannya

29 Oktober 2023 - 19:47

Cak Imin Sapa Ribuan Massa di Sidoarjo

15 Oktober 2023 - 12:43

Yel-yel Ganjar Siji Ganjar Kabeh Bergema di Seberang Acara Anies-Muhaimin

15 Oktober 2023 - 11:53

BHS Pastikan Bantuan Bedah Rumah di Sidoarjo Mulai Dikerjakan

14 Oktober 2023 - 18:12

Andri Chrystanto Sikapi Potensi Pasar Digital untuk Pedagang Tradisional

7 Oktober 2023 - 13:26

Trending di Kabar Sidoarjo